Berita

Dikusi "Hari Tenang Jangan Bikin Tegang"/Net

Politik

Rakyat Tidak Boleh Terjebak Dengan Permainan Elite Politik

SELASA, 16 APRIL 2019 | 17:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Semua elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama mendinginkan kembali tensi politik agar suasana kembali normal pasca Pemilu serentak 2019 yang digelar 17 April besok.

Ketua Rakyat Bangkit Bersatu Ahmad menghimbau kepada elite politik bisa memberikan saran khusus kepada para pendukungnya agar ketegangan bisa hilang.

"Bila perlu dua kubu naik kuda bareng, minum kopi sambil maaf-maafan untuk meredakan suasana. Kerendahan hati elite perlu ditunjukkan kepada rakyat demi merajut kembali tenun persatuan," kata Ahmad dalam diskusi bertema "Hari Tenang Jangan Bikin Tegang, Doa Bersama Merawat Nusantara & Evaluasi Kampanye" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (16/4).


Lebih lanjut, Ahmad menyerukan kepada publik untuk menggunakan hak pilih, jangan golput dan tetap mengedepankan ketertiban serta mengutamakan persatuan bangsa. Media sosial dan media massa pun diharapkan bisa ikut andil menciptakan suasana kondusif dan harmonis dari penyebaran hox.

"Jangan ada lagi intervensi saat di TPS nanti," sebutnya.

Sementara itu, cendekiawan NU Nur Ahmad Satria mengingatkan agar masyarakat tetap memiliki pemikiran positif thinking di hajatan lima tahunan ini. Dia sepakat agar rakyat bisa ikut berpartisipasi menggunakan hak pilih.

"Jangan membangun negatif thinking dan perlu ada kesadaran bersama. Apapun yang terjadi itu kehendak Tuhan. Tancapkan rasa optimisme dan kedepankan cinta pada tanah air dengan mencoblos 17 April," jelas Nur Ahmad Satria di tempat yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Rohaniawan Romo Benny Soesatyo berpesan agar rakyat tidak terjebak dengan permainan elite politik sehingga pemilu bisa berlangsung aman dan damai.

"Elite harus belajar dari rakyat, lihat di luar negeri rakyat ngantri berjam-jam kedinginan menunggu antrian. Jika demikian terjadi maka akan overdosis dan elite bakal ditinggalkan rakyat. Seperti isu identitas dan agama, lama-lama rakyat menjadi imun," cetus Romo Benny.

Dia juga menekankan agar bersama-sama menciptakan situasi damai, hentikan provokasi dan sentimen negatif. Sehingga, tidak ada yang perlu dicurigai lagi dengan apa yang dilakukan penyelenggara pemilu.

"Apanya yang dicurigai, KPU kan juga dipilih sama parpol. Mari proses ini diikuti dengan kompetisi dan sesuai aturan main. Tidak boleh ancam-ancamlah. Justru orang berdemokrasi taat aturan," ucap Benny.

"Elite belajarlah dari rakyat yang sudah dewasa, meskipun beda pilihan mereka bersatu kok. Elite berpolemik cuma mencari kekuasaan," tambahnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya