Berita

Nasaruddin Umar/Net

Trend Islam di AS (7)

Keagamaan Migran Muslim Indonesia di AS

SELASA, 16 APRIL 2019 | 09:22 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KEAGAMAAN umat Islam atau migran muslim Indonesia di AS selama de­cade terakhir ini menarik untuk dikaji. Sudah ada tiga lapis generasi muslim Indonesia di AS. Pertama, yaitu generasi yang sudah berumur 60 tahunan ke atas. Mereka inilah yang pertama kali mengadu nasib di negeri Paman Sam ini, kemudian mendatangkan isteri dan anak-anaknya di AS. Kedua, generasi separuh baya usia 40 tahunan yang dulu dibawa oleh orang tuanya ketika masih kecil. Ketiga, generasi yang lahir di AS. Ketiga jenis generasi ini masing-masing memiliki sosiologinya sendiri.

Generasi awal sudah banyak yang meninggal di AS. Mereka meninggalkan rumah dan usaha kemudian diwariskan ke putra-purinya. Merekalah yang merintis jalan usaha dan pendekatan kepada pemerintah dan masyarakat AS. Mereka berbekal ke­jujuran dan disiplin kerja sehingga mereka diterimah di dalam masyarakat. Mereka masih memiliki banyak kelonggaran karena masalah imigrasi belum banyak bahkan kehadirannya dirasakan mendatangkan man­faat besar bagi masyarakat AS. Mereka mau mengerjakan apa saja, termasuk pekerjaan kasar yang tidak diminati masyarakat AS.

Masalah yang sering dihadapi generasi awal ini ialah beban ganda. Di satu sisi mereka harus loyal terhadap negara dan pemerintah, tetapi pada sisi lain mereka juga harus respek terhadap tradisi dan nilai-nilai spiritual keagamaan negara asalnya. Lingkungan pacu kehidupannya begitu rasional dan modern sementara tradisi dan nilai-nilai keagamaannya dirasakan terlalu normatif dan doctrinal. Dalam lingkungan sekolah anak-anak mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan agama sementara mereka yakin bahwa nilai-nilai keagamaan itu harus ditanamkan sejak dini.


Upaya mengatasi persoalan seperti ini mereka selalu mendapatkan perhatian khusus dari kalangan tokoh senior mereka. Cara umum yang biasa dilakukan ialah membentuk forum komunitas masyarakat berdasarkan cirri-ciri khas keindonesiaan. Forum inilah yang berjasa mengatasi ban­yak permasalahan komunitas Indonesia di AS. Jika ada anggota keluarga muslim yang meninggal maka mayatnya tentu harus dikuburkan secara Islam, sementara pemerintah setempat tidak memberikan pelayanan khusus untuk kasus-kasus seperti ini. Forum ini juga mnyelesaikan masalah pendidikan keagamaan anak-anak muslim dengan cara menghimpun dana untuk menyewa building untuk dijadikan madrasah mingguan. Di madrasah inilah anak-anak diajarkan mengaji dan pelajaran agama lainnya. Sementara orang tua yang mengantar anak-anaknya di hari libur itu juga mengikuti majlis ta’lim guna menam­bah wawasan keagamaan mereka. Forum ini juga secara tidak langsung melestarikan bahasa negara asal karena pada umumnya para ustad mengajar di madrasah dengan menggunakan bahasa negara asal. Forum ini juga bertanggung jawab mendatangkan guru-guru atau ustad dari tanah air untuk mengajarkan agama dan sekaligus meles­tarikan tradisi keagamaan.

Kepribadian ganda sulit dihindari bagi migran muslim di AS dan Eropa. Satu sisi mereka harus mengakui dan tunduk terhadap pemerintah setempat tetapi pada sisi lain mereka juga harus menaruh respek ter­hadap pimpinan spirituan yang ada di tanah air. Kewajibannya sebagai warga negara setempat harus taat membayar pajak tetapi zakat mal, termasuk penyelenggaraan ibadah kurban dan 'aqikah dilaksanakan di tanah air leluhur dengan cara mentransfer biaya pembelian hewan kurban/'aqikah di negeri asalnya. Ini semua cerita bagi keluarga muslim yang konsisten memper­tahankan adat istiadat dan kepercayaan keagaman (Islam) mereka.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya