Berita

Ilustrasi/Net

Hersu Corner

Demokrasi Kita Dalam Bahaya

MINGGU, 14 APRIL 2019 | 21:11 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

HARI tenang yang dimulai hari ini Ahad (14/4) tidak setenang yang diperkirakan. Jagad media sosial digemparkan pembajakan akun milik sejumlah figur penting.

Semua akun yang dibajak milik para pendukung  Prabowo-Sandi, atau mereka yang posisinya berdiri berseberangan dengan pemerintah.

Akun twitter milik pendiri jaringan media Jawa Pos Dahlan Iskan dibajak. Followernya sebanyak 2.2 juta hilang. Akun itu dibajak tak lama setelah Dahlan secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Sandi Jumat (12/4). Akun berhasil diambil-alih, namun followernya tidak kembali.


Akun mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dibajak saat dia hadir dalam debat capres terakhir Sabtu malam (13/4).

Said Didu selama ini dikenal sangat kritis dan banyak mempersoalkan kelakukan curang pemerintah, terutama Kementerian BUMN.

Cuitan terakhirnya yang paling menggegerkan adalah rencana pengerahan 150 ribu pegawai BUMN untuk mendukung kampanye Paslon 01 di GBK.

Covernya peringatan HUT BUMN. Sebuah ritual yang selama ini tidak pernah dilakukan secara besar-besaran.

Said menyadari akun miliknya  dengan follower sebanyak 229.000 itu dibajak ketika pada pukul 23.30 WIB dia tak bisa menggunakannya.

Pada saat bersamaan sejumlah orang menghubunginya dan mengabarkan akunnya kemungkinan dibajak.

Ada tujuh mention/postingan berupa fitnah kepada Ustad Abdul Somad diakun twitter Said Didu. Sejumlah akun pendukung paslon 01, beberapa diantaranya merupakan figur penting, kedapatan me-like dan re-twitt mention tersebut.

Bukan hanya twitter, akun facebook dan email Said Didu juga dibajak pada saat bersamaan. Sampai Ahad sore akun tersebut tak dapat diambil alih.

Selain Dahlan dan Said Didu secara mengejutkan akun milik Ustad Abdul Somad (UAS) juga menghilang.

Lenyapnya akun milik UAS dikabarkan oleh aktivis medsos Mustofa  Nahrawardaya melalui akun@Tofalemons. 

“Akun milik Dahlan Iskan lenyap. Milik Said Didu lenyap. Milik UAS lenyap. Jadi kesimpulannya: yang disikat HANYA milik oposisi. Ini menjadi pemicu kekalahan petahana. Percayalah!” cuit Mustofa.

UAS  bertemu dengan Prabowo menyampaikan dukungan dan pesan dari sejumlah kyai hanif dan kasyaf Kamis (11/4).

Setelah itu berbagai fitnah terhadap UAS bermunculan di medsos, salah satunya menggunakan akun milik Said Didu.

Pembajakan sejumlah akun  ini menunjukkan adanya operasi yang sistematis dan terencana terhadap para pendukung Prabowo-Sandi dan para penentang pemerintah.

Di sejumlah WA Group beberapa  figur yang dikenal sebagai pendukung Paslon 01 menyebut pembajakan itu hanya sandiwara. Mereka dituduh bermain peran sebagai korban, playing victim dengan target melakukan pembusukan dan mendeligitimasi pemilu.

Sebelumnya akun milik Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan akun milik Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono juga dibajak.

Akun-akun itu digunakan untuk menyebar foto-foto tak senonoh yang disebut milik Ferdinand dan Sugiono.

Akun mereka juga digunakan untuk saling menyerang. Tampaknya sang pembajak ingin mengadu domba dan menakut-nakuti.

Democracy Under Attack

Menyikapi pembajakan tersebut, Said Didu bersama sejumlah tokoh antara lain Sudirman Said, Erwin Aksa, Faldo Maldini dan Zeng Wie Jian menggelar jumpa pers di Jakarta Ahad sore (14/4).

Akun Faldo juga pernah dibajak, namun berhasil diambil alih kembali. Said Didu menilai ada kelompok dan kekuatan yang bermain di belakang aksi pembajakan ini. “Mereka ingin mengadu domba umat dan memfitnah ulama,” tegasnya.

Untungnya publik sudah memahami apa yang terjadi. Di luar mereka yang me-like dan me-retwitt postingan fitnah atas UAS, ada ribuan komentar yang mengecam dan menyayangkannya.

Sudirman Said mengingatkan siapapun yang bermain di belakang aksi ini, baik kelompok di luar maupun di dalam pemerintahan, agar segera menghentikan aksi mereka.

“Jangan merusak demokrasi yang sedang kita bangun. Saya ingatkan Anda semua tidak akan berkuasa selamanya. Tolong tinggalkan warisan yang baik. Anda pasti ingin dikenang secara baik oleh anak dan cucu,” ujarnya memperingatkan.

Pembajakan atas akun kubu oposisi ini menunjukkan adanya sebuah kepanikan. Mereka menggunakan segala cara, termasuk kecurangan dan kejahatan IT untuk menanng.

Arus besar dukungan para tokoh besar mulai dari UAS, Ustad Adi Hidayat, Abdullah Gymnastiar, Ustad Arifin Ilham, Imam Shamsi Ali dari New York, Sjafrie Sjamsoeddin, Dahlan Iskan, dan Gatot Nurmantyo dipastikan akan mengubah permainan. Mengubah konstelasi politik. Mereka adalah game changers. Pembajakan ini bisa diartikan sebagai serangan atas kebebasan berekspresi, menyatakan pendapat melalui lisan dan tulisan. Serangan atas demokrasi yang kita bangun dengan susah payah.

Our democracy is under attack. Demokrasi kita dalam bahaya! Rakyat harus bergerak untuk menyelamatkan.

Gunakan hak suara. Awasi dan laporkan semua bentuk kecurangan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya