Berita

Pakar Energi dan Kelistrikan, Ali Herman Ibrahim (kiri)/Net

Nusantara

Jokowi Jangan Bangga, Prabowo Bisa Kuasai Freeport 100 Persen

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 21:43 WIB | LAPORAN:

Pasangan calon presiden 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diyakini mampu menguasai 100 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurut Pakar Energi dan Kelistrikan, Ali Herman Ibrahim, sebenarnya Indonesia bisa menguasai keseluruhan saham PTFI dengan cara memberhentikan perpanjangan kontrak.

"Didiamkan saja kita punya 100 persen sudah, jangan diperpanjang, sesuai dengan kontraknya berakhir pada 2021 selesai kita punya 100 persen, ya kita bayar aja sisanya yang alat-alat di sana itu," kata Ali usai menjadi pembicara dalam diskusi Bravos Radio, Tebet, Jumat (12/4).


Dengan ini, Alie menyampaikan seharus Presiden Joko Widodo tidak perlu membanggakan divestasi saham PTFI sebesar 51%, bahkan dikatakannya, kebanggan Jokowi atas divestasi tersebut adalah kebodohan.

"Jadi 51% itu enggak perlu dibanggakan, itu suatu yang bodoh, yakin Pak Prabowo bisa (kuasai saham Freeport 100%)," tuturnya.

Upayanya, kata Alie, adalah dengan melakukan review terlebih dahulu, dan merevisi jika terdapat poin-poin yang salah.

"Masih banyak hal-hal yang harus di-review, kan kita bisa review kan kesalahan di sana-sini bisa kita revisi," tandasnya.

Sejak akhir tahun lalu, pemerintah melalui perusahaan pelat merah, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum resmi memegang 51,23% saham PTFI, dengan menebus 3,85 miliar US Dolar atau sekitar Rp56,1 triliun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya