Berita

Foto:Net

Politik

Bisnis Paling Diincar, Pengembangan Ekonomi Kreatif Harus Terus Jadi Prioritas

JUMAT, 12 APRIL 2019 | 18:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Industri dan ekonomi kreatif Indonesia makin kokoh sebagai penopang ekonomi terpenting di luar migas. Sektor ini berkembang sesuai percepatan teknologi dan aplikasi.

Demikian diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB), Abdullah Sumrahadi pada diskusi dan deklarasi JIB untuk Jokowi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Dalam diskusi bertema "Industri dan Ekonomi Kreatif untu Kemajuan Budaya" selain Abdullah, turut menjadi pembicara dan deklarator JIB Budayawan Riki Dhamparan Putra, Dina Afrianty Ph.D Reseach fellow di La Trobe university, Peneliti Senior MAARIF Institute David Krisna Alka, Intelektual Muda Muhammadiyah Hamzah Fansuri, dan Tokoh Seni Heru Joni Putra.  


Menurut Abdullah, sejumlah indikator populer dapat digunakan untuk mengukur perkembangan pesat bisnis kreatif berbasis perkembangan teknologi aplikasi.

Indonesia pada saat ini mengungguli Singapura dalam jumlah bisnis startup. Survey Bain & Company menyebutkan hampir 90 persen investor mengatakan pasar Asia Tenggara paling diincar pada 2018-2019 adalah Indonesia dan Vietnam. Jumlah perusahaan bidang ini yang menerima pendanaan pada 2017 dilaporkan meningkat 300 persen dibanding pada 2019.

Presiden Jokowi, jelas Abdullah, selama pemerintahannya telah membuktikan konsistensi dan ketepatan visi ekonomi untuk membangun ekonomi di bidang ini. Dia telah menjadi tipe ideal seorang pemimpin yang akrab dengan dunia kreatifitas dan memiliki visi yang jelas dalam pembangunan ekonomi kreatif.

"Atas dasar itu, kami Jaringan Intelektual Berkemajuan menyatakan dukungan kembali pada bapak Joko Widodo untuk menjadi Presiden. Kami mendoakan beliau tetap sehat dan terpilih sebagai pemenang dalam Pilres yang akan dilangsungkan 17 April 2019," tegasnya.

Budayawan Riki Dhamparan Putra yang juga hadir dalam acara itu menilai, pentingnya kebijakan yang tepat bagi mendukung perkembangan bisnis kreatif.

"Pemerintah sekarang mencanangkan program Revolusi 4.0 dan menjadikan pembangunan SDM sebagai pendorong unggulnya human capital sebagai prioritas dalam program nawacita pembangunan 2019. Sejumlah desain pembangunan infrastruktur teknologi internet pun mulai dirancang untuk melakukan pemerataan dan percepatan pembangunan di seluruh kawasan Indonesia," ungkapnya.

Menurut Riki, pilihan pemerintah untuk menjadikan sektor ini sebagai prioritas primadona ekonomi kerakyatan memang sudah tepat.

"Kekayaan budaya, keragaman kreatifitas, geografi Indonesia menjadi modal kuat untuk mengembangkan industri dan ekonomi kreatif Indonesia di masa depan," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya