Berita

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Ecky Awal Mucharam/Net

Nusantara

Fraksi PKS Risaukan Meningkatnya Pengangguran Milenial Terdidik

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 22:54 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam merisaukan meningkatnya peganggur muda yang berusia 15 tahun sampai 24 tahun atau youth unemployment yang terdidik.

“Kita sangat risau ketika saat ini anak-anak muda yang lulus SMA atau SMK keatas malah banyak yang menganggur. Ini tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah, untuk memperbaiki sistem pendidikan sekaligus mendorong perekonomian agar mampu membuka lapangan kerja yang sesuai”, ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/4).

Berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penganggur muda secara umum menurun dari sekitar 22 persen tahun 2014 menjadi 20 persen tahun 2018. Namun, data BPS juga menunjukkan  mayoritas dari penganggur muda ini berpendidikan SMA ke atas yaitu dari kategori SMA Umum, SMK, Diploma, dan Sarjana.
Persentase penganggur muda yang berpendidikan SMA ke atas meningkat dari 60 persen 2014 menjadi 74 persen 2018. Hal ini disebabkan oleh peningkatan penganggur muda dengan pendidikan SMK dari sekitar 23 persen tahun 2014 menjadi 33 persen tahun 2018 dan juga diploma dan sarjana dari 4,4 persen tahun 2014 menjadi 10 persen tahun 2018.

Persentase penganggur muda yang berpendidikan SMA ke atas meningkat dari 60 persen 2014 menjadi 74 persen 2018. Hal ini disebabkan oleh peningkatan penganggur muda dengan pendidikan SMK dari sekitar 23 persen tahun 2014 menjadi 33 persen tahun 2018 dan juga diploma dan sarjana dari 4,4 persen tahun 2014 menjadi 10 persen tahun 2018.

Berdasarkan Data BPS persentase penganggur muda memang berkurang, tetapi bagi mereka yang berpendidikan SMA ke bawah, terutama SD ke bawah yang turun dari 55 persen di tahun 2014 menjadi hanya 10 persen tahun 2018.

Ecky menuturkan, fakta tersebut menimbulkan pertanyaan serius tentang pendidikan yang dijalankan pemerintah. Selain itu, ia juga menyeru agar ada evaluasi mendalam tentang pertumbuhan ekonomi yang tidak berpengaruh pada anak-anak muda.

"Maka pemerintah perlu mendorong agar lapangan kerja bisa tercipta yang juga sesuai dengan ekspektasi anak-anak muda ini”, tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya