Berita

Debat Pilpres/Net

Politik

Pemanasan Debat Terakhir, INDEF Sampaikan 10 Permasalahan Krusial Bidang Ekonomi

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 14:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Debat babak kelima atau terakhir Capres dan Cawapres Pilpres 2019 pada 13 April mengangkat tema "Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri".

Persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial dinilai masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Di sisi lain, sektor keuangan negara, investasi, perdagangan dan industri dinilai menjadi solusi dalam mengentaskan persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial yang dihadapi.

Melihat urgensi tema debat terakhir, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyampaikan 10 permasalahan krusial bangsa di bidang ekonomi yang diharapkan dapat disentuh dan diberikan solusi.


Demikian disampaikan dalam jumpa pers INDEF dengan tema "Pemanasan Debat Kelima: Tantangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" di Jakarta, Kamis (11/4).

Pertama, urgensi memperbaiki kuantitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi. Kedua, daya beli tidak tergugah, saat inflasi cenderung rendah.

Ketiga, kalah saing mengungkit daya saing. Keempat, siapapun presidennya, impor pasti, dan akan tetap jalan.

Kelima, deindustrialisasi adalah hal lumrah, namun di Indonesia terjadi lebih cepat dari negara ASEAN lainnya. Keenam, logistik sekarat, perdagangan tidak terangkat.

Ketujuh, revolusi industri 4.0 tidak lebih dari sekadar euforia dan gimmick politik. Kedelapan, rendahnya kinerja perpajakan dan peningkatan risiko utang.

Kesembilan, problematika dana desa. Kesepuluh, inkonsistensi kebijakan subsidi energi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya