Berita

Aliansi Advokat Indonesia Bersatu/Net

Politik

Dukungan Advokat Indonesia Bersatu Ke Prabowo-Sandi, Fenomena Kebangkitan Kaum Intelektual

KAMIS, 11 APRIL 2019 | 12:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sejak reformasi 1998 kalangan intelektual Indonesia tidak terkecuali para akademisi di kampus-kampus, bermanuver di langit kekuasaan demi uang dan jabatan. Sebagian di antaranya mendirikan laboratorium (lembaga survei dan konsultan) politik, lalu berubah menjadi benalu demokrasi. Parasit yang bikin pohon demokrasi meranggas.

Maka munculnya Aliansi Advokat Indonesia Bersatu yang diinisiasi pakar hukum berintegritas Prof. Dr. Otto Hasibuan dan kawan-kawan, yang petang nanti (Kamis, 11/4) akan deklarasi mendukung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi sangat fenomenal.

Demikian disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters, Adhie M. Massardi dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Kamis (11/4).


"Di tengah zaman pragmatisme yang melanda dunia intelektual kita saat ini, apalagi dilihat dari namanya yang 'Advokat Indonesia Bersatu', wajarnya mereka dukung paslon no 01 (Joko Widodo-Maruf Amin) yang berkuasa dan sedang memegang seluruh sumberdaya di negeri ini, uang dan kekuasaan," tutur Adhie.

Tapi Adhie paham, Otto Hasibuan adalah pakar hukum yang gelisah melihat kondisi dunia peradilan yang morat-marit. Instrumen hukum dijadikan alat kekuasaan untuk membungkam opisisi. Pengadilan jadi panggung dagelan, karena vonis sudah disiapkan dan hakim tinggal membacakan saja.

Akibatnya, di pengadilan pasal-pasal hukum (KUHAP) tidak bisa dieksplorasi dengan instrumen keilmuan yang kelak bisa melahirkan jurisprudensi. Sebab fakta hukum di pengadilan yang digali dengan susah payah oleh para advokat, diabaikan oleh hakim yang sudah diseting.

"Saya percaya, dengan mendukung dan ikut andil memenangkan paslon Prabowo-Sandi, obsesi Otto Hasibuan Dkk untuk menegakkan supremasi hukum berkeadilan di negeri ini menjadi lebih mudah. Sebab Prabowo sendiri adalah korban dari ketidakadilan," tutur Adhie.

Menurut jubir presiden era Gus Dur (KH abdurrahman Wahid) ini, mobilisasi advokat Indonesia untuk mendukung Prabowo-Sandi bukan langkah pragmatisme, apalagi partisan. Karena fakta di medan pemilu, paslon no 02 ini yang banyak mendapat rintangan dan diintimidasi.

"Saya malah jadi teringat gerakan ribuan advokat di berbagai kota di Pakistan pada pertengahan 2008, yang demonstrasi menentang Presiden Pervez Musharraf karena menggunakan hukum penguasa untuk nindas orang dan kelompok yang berbeda pendapat (oposisi) dengan pemerintah," sebut Adhie.

Gerakan moral para advokat ini kemudian diikuti oleh kalangan intelektual lain. Sehingga tak sampai dua bulan, gerakan itu berhasil memaksa Musharraf mundur.

"Saya berkeyakinan gerakan Aliansi Advokat Indonesia ini akan menjadi fenomena kebangkitan kaum intelektual di negeri ini, sehingga mengguncang kesadaran moral kalangan intelektual, khususnya di kampus-kampus, agar berani manjalankan tugas moral kaum cerdik pandai terhadap bangsa dan negaranya," ungkapnya.

Menurutnya, kalau kaum cerdik pandai di negeri ini kesadaran moral intelektualnya bisa tumbuh kembali, maka pasca Pilpres 2019 nanti, insyaAllah bangsa ini akan kembali hidup dalam kedamaian, tidak terpolarisasi akibat para politisi busuk memainkan peran penting di pentas kekuasaan.

"Kalau itu terjadi, saya yakin teman-teman Aliansi Advokat Indonesia akan kembali ke medan juang mereka masing-masing, untuk menjadi bagian penting penegakkan hukum dan keadilan di negeri ini," pungkas Adhie.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya