Berita

Tommy Soeharto dan pekerja difabel GORO/Ist

Bisnis

Partai Berkarya Buka Peluang Kerja Kaum Difabel Di GORO

RABU, 10 APRIL 2019 | 11:51 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, termasuk bagi kaum difabel, menjadi salah satu program unggulan Partai Berkarya. Melalui jaringan toko grosir GORO, partai nomor urut 7 ini mewujudkan kepedulian kepada kaum difabel dengan memberi mereka kesempatan untuk bekerja.

"Setiap masyarakat tanpa kecuali memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk kaum difabel," ujar Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto saat melakukan Grand Opening GORO di Cibubur, Gn Putri - Bogor, belum lama ini.

Dengan rencana besar untuk melebarkan jaringan GORO ke seluruh Indonesia, kesempatan bekerja untuk kaum difabel pun menjadi lebih besar.


Tommy menegaskan, telah lama dirinya meyakini bahwa kaum difabel pun memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

“Kami berharap, langkah pemberdayaan yang kami lakukan ini bisa menggerakkan para pengusaha grosir lain untuk juga melibatkan kaum difabel,” kata Ketua Umum partai politik peserta Pileg dengan nomor urut 7 tersebut.

Hingga saat ini, menurut Tommy, sudah tercatat tak kurang dari 100 komunitas difabel di Jawa yang terhubung dengan program GORO.

“Bagi Partai Berkarya, melibatkan partisipasi aktif kalangan difabel juga merupakan bagian dari prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan yang kami yakini. Ekonomi kerakyatan dalam visi kami adalah ekonomi yang menjangkau dan melibatkan masyarakat hingga level terbawah, termasuk kalangan difabel,” kata Tommy.

Sementara itu Milasari Kusumo Anggraini, Direktur Utama PT. Berkarya Makmur Sejahtera—badan usaha yang menaungi GORO, menyatakan bahwa melibatkan para difabel untuk berkarya di GORO adalah bagian dari visi ekonomi kerakyatan Partai Berkarya.

Dalam visi partai, ekonomi kerakyatan tak hanya ekonomi dari, oleh dan untuk rakyat, melainkan pula ekonomi yang antidiskriminasi, termasuk diskriminasi berdasarkan asumsi mampu tidaknya seseorang melakukan sebuah pekerjaan. Program yang juga berisikan pembinaan dan pemberdayaan itu pun secara langsung telah memberikan peluang dan kesempatan yang sama bagi kalangan difabel.

“Pembinaan sudah berlangsung di Wonosobo. Jadi, GORO akan menyeleksi peserta sesuai dengan kompetensi mereka,” kata Milasari.

Dia juga menambahkan, kalangan difabel yang saat ini dibina di GORO Cibubur ditujukan untuk posisi kasir dan stocking. “Pembinaan telah memberikan mereka kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan, termasuk entry data,” kata dia.

Untuk difabel bawaan lahir, seperti autis, Milasari menyebutkan tidak tertutup kemungkinan untuk bisa bergabung dalam program tersebut.

“Kami melakukan hal ini secara bertahap. Tidak tertutup kemungkinan, meski tentunya mereka harus mengikuti pembinaan dan peningkatan kualifikasi untuk posisi yang diperlukan,” kata Milasari.

GORO, menurut dia, merupakan toko grosir pertama dan satu-satunya di dunia saat ini yang membuka kesempatan bagi kalangan difabel untuk bekerja. “Kami percaya, kalangan difabel pun bisa bekerja, berkarya dan berkontribusi kepada masyarakat. Saat ini, antara lain, melalui GORO,” kata Milasari.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya