Berita

Politik

Viral Video Maruf Habisi Ahok, Sani: Niatnya Rebut Simpati 212, Akibatnya Hantam Diri Sendiri

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 11:13 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Cuplikan fiqul siasah (fikih politik) Kyai Maruf Amin yang menyatakan Ahok harus dihabisi  adalah bagian dari framing 01 untuk menarik simpati aktivis 212 masuk ke dalam barisan pendukung calon wakil presiden dari petahana Joko Widodo itu.

"Jadi ini jurus baru 01 setelah segala fitnah bisa dimentahkan. Video viral itu ditujukan agar barisan 212 pecah dan ingat bahwa yang menahan Ahok di Pilgub DKI itu cawapres 01," kata Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Ustaz Sani Abdul Fatah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/4).

Menurut Sani yang akrab disapa Abu Musa ini, perlu diingat, bahwa Maruf sendiri menyatakan telah membubarkan Gerakan Nasional Pengawal Umat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).


"Harus diingat juga, beliau (Maruf Amin) yang berkoar-kora telah membubarkan GNPF MUI. itu sebab kita membentuk GNPF Ulama," terang Sani.

Jikapun viralnya cuplikan video fiqul siasah ini kemudian dianggap akan merusak barisan 01, menurut Sani, sangat mungkin.

"Yang mendengungkan Ahok menghina Al Maidah 51 itu Habib Riziek Shihab. Bukan Maruf. Kita mendesak agar MUI ambil sikap kala itu. Jadi kalau harapannya video ini adalah membelah simpati 212, ya keliru sangat. Justru sangat mungkin membelah 01," lanjut Sani.

Sepanjang yang diketahuinya, ungkap Sani, para ulama yang dikomandoi HRS mendesak MUI untuk mempidanakan Ahok yang kala itu Gubernur DKI sekaligus Petahana.

"Para ulama yang lurus waktu itu meminta dan mendesak agar MUI yang kebetulan Maruf Amin sebagai ketuanya agar mengeluarkan fatwa celotehan Ahok dikategorikan sebagai penghinaan (penistaan) terhadap Al Qur'an. Semakin miris kala itu, semenjak si Ahok itu berkuasa di DKI, tindak tanduknya banyak yang membuat umat islam kecewa bahkan marah," beber Sani.

"Jadi saya yakin sekali, kalau viralnya video itu dengan niatan awal menarik simpati 212, justru sebaliknya. Justru  video itu semakin menambah kerugian yang besar bagi Maruf Amin sendiri dan juga TKN-nya. Pasti pendukung Ahok tersinggung," kata Sani.

"Selalu 01 itu tema framingnya mengobok-obong bangsa ini. tapi bangsa ini sudah cerdas," tandas Sani.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya