Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Melawan Arus Utama

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 05:35 WIB

HASIL survei arus utama prediksi pilpres menyampaikan informasi secara konsisten bahwa Jokowi-Maruf menang dibandingkan Prabowo-Sandi. Hasil survei internal berpotensi berbeda, apabila digunakan asumsi bahwa kredibilitas hasil survei ditentukan oleh penyandang dana.

Namun asumsi sumber pendanaan yang seperti itu tergolong tidak layak dari sudut pandang penelitian ilmiah. Kebenaran hasil survei secara ilmiah bukan ditentukan oleh penyandang dana, melainkan oleh kekokohan teknik sampling dan taraf nyata kesalahan jumlah sampel.

Akan tetapi, penggunaan asumsi kesalahan atas dasar sumber dana survei, yang seperti itu tergolong sangat masuk akal dari sudut pandang kepentingan politik praktis.


Persepsi asumsi politik praktis terjadi, apabila politik praktis dipandang berpijak pada nafsu berkuasa. Pijakan berupa ketiadaan kebijakan yang tidak senantiasa terjamin bertindak bijaksana.

Pandangan seperti ini menjadi sebuah realita dunia nyata, bahwa kebenaran atas sudut pandang orang banyak sebagai arus utama itu tidak selalu menang.

Kisah sejarah bumi dipandang berbentuk bulat seperti bentuk bulan dan matahari, itu telah membuat kebenaran atas suara terbanyak yang meyakini bumi berbentuk datar telah dikalahkan oleh validitas astronot yang pergi ke bulan. Dalam perjalanan astronot menjauhi bumi, maka bumi semakin terlihat berbentuk bulat, seperti bentuk bulan dan matahari.

Titik kritis hasil survei pilpres berada pada pengumuman quick count. Siapa yang terlebih dahulu mengumumkan kemenangan hasil quick count. Peluang perbedaan antara hasil survei arus utama pra pemilu dengan quick count terletak pada pengumuman hasil sementara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Apabila surveyor menggunakan teknik sampling yang tepat dan taraf nyata kesalahan jumlah sampel yang kecil tertoleransi, maka kredibilitas “kebenaran” hasil survei arus utama akan teruji pada momentum quick count tersebut.

Pendekatan aspek hukum sebagai pengontrol hasil quick count terletak pada pemenuhan legalitas dan rekam jejak lembaga survei quick count. Dalam hal ini integritas KPU, Bawaslu, Kemendagri, Kemenkumham, TNI, dan Polri menjadi penentu terhadap keutuhan NKRI.

Meskipun demikian, loyalitas pasangan Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi untuk bersedia berlapang dada mengakui hasil survei quick count lebih menentukan dalam momentum pengumuman pengakuan posisi sementara kemenangan pilpres yang tidak kalah penting dibandingkan institusi tersebut.

Latar belakang gerakan melawan hasil survei arus utama terjadi, pertama, karena semula Basuki Tjahaja Purnama diyakini menang, namun kalah dalam pilkada. Demikian pula dengan pilkada lain, yang menunjukkan arus minoritas mengoreksi arus utama.

Kedua, informasi perbedaan kemeriahan kampanye dan rumor “kekurangnetralan” kelembagaan pemilu.

Ketiga, petahana meraih elektabilitas jauh di bawah 85 persen, sekalipun kinerja petahana dikampanyekan berprestasi terbaik sepanjang kemerdekaan NKRI.

Sugiyono Madelan

Peneliti Indef dan pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya