Berita

Mahendradatta/RMOL

Politik

Berkaca Kasus Ustaz Abu, TPM Lebih Percaya Habib Rizieq Ketimbang Yusril

KAMIS, 04 APRIL 2019 | 01:26 WIB | LAPORAN:

Tim Pengacara Muslim (TPM) sudah tidak lagi percaya dengan apa yang diucapkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Termasuk, dengan polemik klaim Yusril bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meragukan keislaman calon presiden Prabowo Subianto.

Ketua TPM Muhammad Mahendradatta menilai pihaknya lebih percaya Rizieq Shihab ketimbang Yusril dalam polemik ini. Apalagi jika berkaca pada janji Yusril untuk membebaskan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir yang tak kunjung terealisasi.


"Saya lebih percaya Habib Rizieq ya. Karena saya sendiri kan sudah mengalami suatu hal yang kurang mengenakkan ya. Yaitu zamannya Ustaz Abu Bakar Baasyir yang kemarin itu," katanya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/4).

Terlebih, lanjut Mahendradatta yang juga salah satu pengacara Habib Rizieq ini, bukti yang diberikan Yusril sebatas beberapa tangkapan layar hasil percakapan di WhatsApp. Dia menduga WA yang ditunjukkan Yusril bukan milik Rizieq Shihab, melainkan hanya orang lain yang nomor kontaknya disimpan sebagai sebagai Habib Rizieq Shihab.

Pada kenyataannya, sambung Mahendra, Habib Rizieq hijrah ke Arab Saudi setelah disangka melakukan chat berbau seronok di WA. Padahal, lanjutnya, Rizieq tidak pernah pakai aplikasi tersebut.

"Ah ini yang ditunjukkan WhatsApp-nya, aduh mak. Saya berani jamin Pak Habib Rizieq itu nggak pernah pakai WhatsApp. Habib Rizieq itu kasusnya kan kasus WhatsApp, dia tidak akan terlalu ceroboh kalau saya bilang," tekannya.

Atas alasan itu, dia menduga chat WA yang ditunjukkan oleh Yusril itu bisa saja hasil rekayasa belaka.

"WhatsApp itu bisa dibuat. Saya bisa buat kok nomor situ saya ganti nama Habib Rizieq. Itu kan bisa. Anda kan juga bisa, keluarnya Habib Rizieq bukan," ujarnya.

Lebih lanjut Mahendradatta pun meminta semua pihak untuk tidak memperpanjang membahas kasus itu. Sebab diduganya itu hanya untuk kepentingannya kampanye.

"Cara-cara anak kecil, kalau menurut saya anak kecil. Ini malah saya kaget, hoh ini kok modelnya sama kayak kasus chat mesum gitu loh," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya