Berita

Joko Widodo pada Debat 2014/Net

Publika

Putih, Setelah Kotak-Kotak Masuk Kotak

SABTU, 30 MARET 2019 | 15:34 WIB

TIBA-tiba saja warna putih jadi warna favorit. Padahal sejak Aksi 411 tahun 2016, dilanjutkan dengan Aksi 212 bela Islam, warna putih diidentikan dengan intoleran, anti Pancasila, pro khilafah dan radikalisme. Meski terasa lucu, tapi terus terang, ada kebahagiaan tersendiri yang menjalari tubuh saya, alhamdulillah.

Fenomena baju putih jadi viral karena tiba-tiba, Jokowi meneriakkan: Jas itu baju Eropa dan Amerika, baju putih saja yang nanti dicoblos, begitu inti anjurannya. Jangan tanya mengapa kok tiba-tiba begitu? Penjelasannya sederhana: kotak-kotak sudah masuk kotak (catatan: kotak-kotak adalah baju yang jadi simbol petahana sejak di Pilkada dan Pilpres 2014. Dan jangan lupa, kala itu Ratna Sarumpaet juga memakai seragam yang sama. Tapi, ketika kotak-kotak masuk kotak dan warna putih begitu dahsyat dalam aksi bela islam, maka muncullah ide itu), paham kan?

Jadi, kita tidak perlu khawatir. Rakyat sudah tahu, mana putih yang asli dan mana putih yang palsu. Kita juga tidak perlu mengatakan bahwa mereka ikut-ikutan, rakyat sudah tahu itu. Kita juga tidak perlu mengingat-ingatkan bahwa mereka dulu anti warna putih karena dianggap radikal, intoleran, pro khilafah, anti Pancasila, rakyat sudah tahu itu.


Sekedar mengingatkan, tahun 2014, Prabowo-Hatta warna simbolnya putih-putih. Dan dalam salah satu debat Capres-Cawapres, Prabowo-Hatta menggunakan putih-putih, dan dia... Lihat sendiri di file ya.

Skenario Allah

Ustaz AlKhathath, Jumat (29/3) pagi di Tvone mengumpamakan apa yang disarankan oleh petahana, sama seperti pribahasa: "Menepuk air di dulang, terpercik wajah sendiri!" katanya. Ya, apa yang ditegas ustaz yang pernah ditangkap tanpa jelas kesalahannya dan dibebaskan tanpa sidang pengadilan itu, sama persis seperti ulasan saya di atas. "Kotak-kota sudah ndak laku!" katanya lagi.

Menurut hemat saya, apa yang terjadi seluruhnya karena skenario Allah. Sehebat apapun para penulis skrip yang ada di sekitar Jokowi, tidak akan pernah bisa mengalahkan skenario Allah.

Petahana bilang MRT adalah keputusan politiknya, ungkapan itu patut dapat diduga muncul dari para penulis skrip. Maksudnya jelas, bahwa dialah yang melahirkan kemajuan itu. Tapi, para penulis skrip lupa, jejak MRT tercatat secara rapi, maka muncullah bantahan. Kompas yang selama ini mati-matian menjadi media mainstream yang mendukungnya, justru menurunkan kronologi MRT. Diakui atau tidak, bantahan itu telah memukul petahana. Saya yakin, itu adalah skenario sang Khalik.

Lalu, Prabowo dan Sandi muncul di mana-mana dengan masa membludak, sementara Jokowi-Maruf sebagai petahana yang memiliki segalanya, muncul, maaf, agak lengang. Saya juga yakin ini skenario Allah. Begitu juga soal warna putih, ini juga pasti kehendak Allah. Dan, jika Allah sudah berkehendak, maka tak ada kekuatan manapun di bumi ini yang bisa menghalanginya.

Sebagai catatan penutup, gamis dan abaya identik dengan warna putih. Gamis dan abaya memang datang dari Arab. Gamis dan abaya paling tepat untuk menutup aurat. Gamis dan Abaya sudah ada di nusantara sejak abad V.
Berdasarkan buku Ilmu Politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H. Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979 salah satu penguasa di nusantara yang pertama memeluk agama Islam adalah Raja Sriwijaya yang bernama Sri Indrawarman. (Wikipedia).

Sementara celana panjang, baju, jas masuk ke Indonesia abad ke-15, dibawa oleh bangsa Eropa. Menurut catatan, Portugis masuk ke Nusantara (Indonesia) di bawah pimpinan pelaut terkenal Alfonso de Albuquerque(1453–1515). Afanso arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia serta orang Eropa pertama yang memulai kolonisasi Eropa atas nusantara. Belanda baru tahun 1602 atau abad ke-7. Baik Portugis maupun Belanda yang bawa celana, baju, serta jas datang untuk menjajah.

Jadi, Gamis dan Abaya pasti bukan alat penjajahan, sementara celana, baju, jas dipergunakan untuk menjajah bangsa kita. Paham kan?

Sementara kalau ada orang yang bilang gamis dan abaya adalah budaya Arab, lalu celana, baju, jas budaya apa? Nah, jika mereka bilang harus berbudaya Indonesia (nusantara), maka tanya pada mereka: "Siapkah kamu hanya memakai pakaian sebelum abaya dan gamis dikenal di nusantara atau bahkan bercawat dan bertelanjang dada?".

Hehe, sekali lagi mereka ternyata telah tertipu oleh nafsu diri sendiri. Putih tak mungkin memutihkan hati yang kotak-kotak. Sebaliknya, kotak-kota tak bisa jadi putih, takbir: Allahu Akbar!

Indahnya skenario Allah.
Dan Allah Azza wa Jalla berfirman: "Katakanlah, Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (Ali Imran 3:26).

M. Nigara
Wartawan senior, mantan Wasekjen PWI.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya