Berita

Foto:Net

Nusantara

Masa Darurat Berakhir, Penanganan Banjir Sentani Memasuki Fase Pemulihan

SABTU, 30 MARET 2019 | 12:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setelah 14 hari melalui masa tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, akhirnya disepakati masa tanggap darurat tidak diperpanjang. Sebelumnya, ditetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu 16-29 Maret 2019.

Melalui rapat koordinasi dan melihat situasi kondisi yang ada maka disepakati tanggap darurat berakhir pada Jumat (29/3) kemarin. Dilanjutkan dengan transisi darurat menuju ke pemulihan selama tiga bulan yaitu 30 Maret 2019 hingga 27 Juni 2019.

"Selama masa transisi darurat menuju pemulihan, hal-hal yang dilakukan di masa tanggap darurat dapat dilanjutkan kembali di transisi darurat kecuali pencarian korban," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (30/3).


Status transisi darurat ini hanya administrasi saja agar dalam penanganan bencana dimungkinan kemudahan akses dalam penggunaan anggaran, pengerahan personil, logistik, peralatan dan lainnya.

Dampak banjir bandang Sentani bukan hanya di Distrik Sentani tetapi di lima distrik di Kabupaten Jayapura yaitu Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara dan Distrik Depapre. Korban jiwa banjir bandang tercatat 112 orang meninggal dunia, dimana 105 orang di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura.

Dari 112 orang meninggal dunia, 77 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Inafis Polri sedangkan 35 jenazah belum berhasil diidentifikasi. Kebanyakan korban yang belum diidentifikasi adalah pendatang dari luar Papua yang tidak melaporkan diri ke dinas kependudukan atau aparat setempat sebelumnya. Dari 77 korban yang sudah teridentifikasi, 52 korban sudah diberikan santunan Rp 15 juta per korban kepada ahli warisnya.

Korban luka 961 orang yaitu 153 orang luka berat dan 808 orang luka ringan. Korban hilang tercatat 17 orang. Setelah dilakukan pendataan, banyak korban dilaporkan hilang berhasil ditemukan di tempat pengungsian. Atau telah kembali ke keluarganya tetapi tidak melaporkan ke posko.

Pengungsi terus berkurang. Saat ini ada 4.763 jiwa atau 963 KK mengungsi di 21 titik pengungsian. Pengungsi ini adalah pengungsi dari banjir bandang dan luapan Danau Sentani. Pengungsi akibat banjir bandang sudah banyak yang pulang. Sedangkan pengungsi akibat meluapnya Danau Sentani sebanyak 2.854 jiwa atau 759 KK yang ditempatkan di Pos Lapangan Jembatan Kuning.

Pendataan kerusakan fisik masih terus dilakukan. Data sementara kerusakan akibat banjir bandang: 2.287 rumah rusak; 59 sekolah; 5 jembatan; 2 gereja; 3 kantor pemerintahan; 104 ruko rusak berat; 1 pasar rusak berat; dan 1 puskesmas rusak berat.

Sutopo menambahkan, penanganan darurat masih terus dilakukan. Sebanyak 7.321 personil gabungan masih melakukan penanganan di lapangan.

"Dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka sebagian personil akan kembali ke daerahnya. Antisipasi berkurangnya personil ini telah disiapkan. Stok logistik untuk menangani pengungsi masih mencukupi hingga 14 hari mendatang," ungkapnya.

"BNPB masih terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat ini. Selama transisi darurat pun pemerintah akan tetap mendampingi dan memberikan bantuan untuk korban bencana," pungkas Sutopo menambahkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya