Berita

Arief Poyouno/Net

Politik

Direksi BUMN Harus Berani Katakan 'Tidak' Untuk Duit Kampanye

JUMAT, 29 MARET 2019 | 13:26 WIB | LAPORAN:

Direksi BUMN dituntut berani menolak permintaan dana dari oknum partai pendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden peserta Pilpres 2019. Sekalipun permintaan itu datang dari kubu petahana, Jokowi.

Demikian siaran pers Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (FSP BUMN) Bersatu yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (29/3).

"Harus berani katakan tidak jika ada oknum-oknum tim kampanye Joko Widod-Maruf Amin yang memaksa dan dengan jalan apapun untuk meminta dana dari BUMN," tegas Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyouno.  


"Misalnya meminta jatah fee proyek atau pengadaan dari vendor atau rekanan BUMN yang di paksakan dijadikan rekanan oleh oknum parpol dan Tim Kampanye Joko Widodo Maruf," urainya.

Arief mencontohkan, operasi tangkap tangan terhadap politisi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso yang diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasty.

Dari rangkaian OTT itu, KPK menyita uang senilai Rp 8 miliar dan Rp 89,4 juta. Tak hanya itu, diduga sebelumnya Bowo juga sudah enam kali menerima duit dari HTK.Terhitung Rp 1,5 miliar, yang terdiri dari 85.130 dolar AS dan Rp 221 juta.

Uang Rp 1,5 miliar itu sudah termasuk di dalam Rp 8 miliar pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu yang dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop.

Arief menduga ratusan ribu amplop itu buat "serangan fajar" pada Pileg dan Pilpres 17 April 2019 nanti.

"Untuk kepentingan menyuap masyarakat di Dapil 2 Jawa Tengah agar memilih Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres dan Bowo sendiri sebagai caleg. Karena ada dua jenis amplop," imbuhnya.

Makanya itu, Arief juga meminta meminta seluruh lapisan masyarakat tidak tergoda uang 'serangan fajar' terkait Pileg dan Pilpres 2019.

"Pilih saja capres-cawapres yang jujur dan tidak suka mengunakan uang negara atau BUMN untuk Kampanye. Kita harus mengingat dan memahami slogan pilih yang pemimpin yang jujur sebagai sikap yang harus kita ambil dalam Pemilu 2019 nanti," pungkas Arief.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya