Berita

Rizal Ramli-Kwik Kian Gie/Net

Politik

Rizal Ramli, Kwik Kian Gie Dan Revrisond Baswir Layak Masuk Tim Ekonomi Kabinet Prabowo

JUMAT, 29 MARET 2019 | 11:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Komposisi kabinet dari calon penantang, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih disorot publik ketimbang calon petahana. Bisa jadi dari sisi petahana jika menang, komposisi kabinetnya tidak banyak berubah dengan komposisi saat ini.

Sementara dari sisi penantang, berbagai figur telah menjadi sorotan yang selalu dinantikan publik. Terlebih Prabowo sudah memberi sinyal kepada tokoh-tokoh seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Heryawan layak masuk kabinet.

Dalam jabatan Menko Perkonomian atau kementerian teknis lainnya yang berkaitan dengan ekonomi, nama-nama beken di bidang ekonomi juga masuk nominasi.


Pengamat politik ekonomi dari Universitas Bung Karno (UBK), Ade Reza Hariadi melihat sosok seperti Rizal Ramli, Kwik Kian Gie, dan Revrisond Baswir memiliki pemikiran yang sama dengan visi Prabowo.

"Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie tidak diragukan lagi trackrecord dan punya frame ideologi  nasionalisme ekonomi yang kini menjadi kerangka kebijakan ekonomi negara-negara maju, terutama Amerika Serikat dan RRC," kata Ade kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/3).

"Revrisond Baswir juga ekonom yang kritis terhadap ekonomi neolib, bisa jadi figur alternatif yang cocok dengan visi ekonomi Prabowo," tambah Ade.

Menurut dia tantangan ekonomi aktual saat ini adalah keluar dari relasi ketergantungan terhadap modal asing, membangun industrialisasi sektor manufaktur, hilirisasi ekstrasi sumber daya alam dan menyiapkan infrastruktur bagi industri digital.

"Langkah ini akan relevan dengan penting sosok ekonom dalam kabinet yang punya visi nasionalisme ekonomi," ungkapnya.

Sambung Ade, sejak republik ini berdiri para ekonom neolib kerap mengambil alih untuk menentukan arah ekonomi bangsa. Sehingga di pemerintahan baru yang akan datang, alur itu harus diputus dengan tampilnya ekonom-ekonom yang punya semangat nasionalisme tinggi.

"Selama ini para ekonom neolib mendominasi struktur pengambil kebijakan ekonomi strategis nasional, jadi wajar jika haluan ekonomi Indonesia sangat pro modal asing, deregulasi, serta alergi terhadap isu proteksi dan  subsidi," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya