Berita

Peneliti LIPI, Muhammad Khairul Muqtafa dalam diskusi di media center DPR/RMOL

Politik

Tenggelam Hiruk Pikuk Pilpres, Ruang Bincang Caleg Sebatas Di Baliho

JUMAT, 29 MARET 2019 | 03:25 WIB | LAPORAN:

Banyak calon legislatif (Caleg) yang maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 tidak dikenal oleh publik.

Fenomena itu dinilai terjadi karena ruang publik dipenuhi oleh perdebatan antara pendukung capres yang biasa disebut cebong dan kampret.

"Perdebatan mereka (pendukung capres) ada di mana-mana dan pada akhirnya jarang sekali orang bicara tentang para caleg," kata Peneliti LIPI,  Muhammad Khairul Muqtafa di media center DPR,  Kamis (28/3).


"Kalau anda rajin memeriksa lini masa Anda, banyak sekali orang minta rekomendasi karena betapa minimnya informasi tentang para caleg itu," sambungnya.

Tidak itu saja, fenomena itu juga muncul dikarenakan kinerja partai dalam menyosialisasi calegnya sangat minim. Akibatnya,  caleg yang dimajukan nyaris tidak terdengar dalam beberapa perdebatan.

"Kalau kemudian ada politik transaksional, politik uang, saya kira masuk akal karena orang tidak banyak yang tahu. Pada akhirnya para caleg yang punya modal banyak bisa membayar dan barangkali kepentingan yang banyak daripada caleg yang lain," jelasnya.

Terkait perubahan sistem Pemilu dengan Pilpres yang sebelumnya terpisah dan sekarang dilakukan secara serentak, menurut Khairul terjadi karena adanya perubahan arena politik.  

Dengan perubahan ini, Khairul mengatakan  seharusnya tak sekadar ruang publik yang berubah, melainkan praktik politik juga berubah.

 "Dulu banyak ruang dan waktu untuk menyosialisasikan pencalegan. Tapi sekarang tidak bisa karena di ruang manapun pembicaraan soal presiden. Sementara ruang bincang tentang caleg hanya di baliho," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya