Dedi Prasetyo/Net
Dedi Prasetyo/Net
Namun dalam praktik di lapangan, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa polisi masih harus melihat fakta-fakta hukum yang terjadi sebelum menentukan jerat pidana yang akan diberikan ke penyeru golput.
“Misalnya (penyeru golput) menggunakan sarana media elektronik, ini UU ITE bisa atau dapat digunakan untuk menjerat seseorang sesuai dengan perbuatan berdasarkan fakta hukum yang betul-betul peristiwa itu terjadi,†katanya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/3).
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
UPDATE
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20