Berita

Foto:Net

Politik

Hari Ketiga, Longmarch Buruh Menangkan Prabowo-Sandi Disambut Hangat Masyarakat

SELASA, 26 MARET 2019 | 10:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Longmarch dengan berjalan kaki Surabaya-Jakarta yang dilakukan oleh kaum buruh yang tergabung dalam Relawan Rumah Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memasuki hari ketiga, Selasa (26/3).

Di hari ketiga ini, rombongan berangkat dari Nganjuk, Jawa Timur pada pukul 08.00 WIB. Sehari sebelumnya, longmarch menempuh rute Mojokerto - Jombang - Ngajuk.

Di sepanjang jalan, masyarakat memberikan sambutan hangat. Apalagi ketika mengetahui longmarch dilakukan dalam rangka sosialisasi guna memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode tahun 2019-2024.


"Di setiap kota yang kami lalui, masyarakat memberikan sambutan hangat," ujar Ardian Safendra, salah satu tokoh buruh Jatim yang ikut mengawal longmarch.

Sambutan dari masyarakat memberikan semangat tersendiri kepada tim longmarch yang terus membagikan puluhan ribu leaflet berisi sepuluh tuntutan buruh dan rakyat (Sepultura) kepada masyarakat. Sepultura adalah kontrak politik antara Capres Prabowo dengan buruh, yang salah satu isinya adalah menghapus outsourcing dan pemagangan yang merugikan.

"Penghapusan outsourcing berarti menciptakan kepastian kerja. Kasihan generasi muda. Sekolah capek-capek, begitu kerja di outsourcing. Ini namanya perbudakan gaya baru," kata Ardian.

"Prabowo-Sandi menang, outsourcing hilang," tegasnya menambahkan.

Direncanakan, rute hari ini yang akan dilewati di Nganjuk, Desa Gandu - Guyangan - Lapangan Selong - Pasar Bagor - Saradan (perbatasan antara Nganjuk dan Madiun) - Carubaran - Pasar Nelames - Terminal Maos Pati.

Rombongan Sekber Prabowo-Sandi ini akan bermalam di daerah Madiun, sebelum keesokan harinya melanjutkan perjalanan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya