Berita

Ahmad Yani/Net

Politik

Perangi Hoax Ala Wiranto, Ahmad Yani: Jangan Merasa Paling Kuasalah!

SELASA, 26 MARET 2019 | 08:02 WIB | LAPORAN:

Keinginan Menkopolhukam Wiranto untuk memasukkan hoax dalam UU Terorisme semata-mata untuk menekan laju progresivitas pendukung 02 di media sosial.

Niat untuk memasukkannya pun sangat sempit.

Begitu pendapat politisi Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga calon legislatif DPR untuk dapil DKI Jakarta I, Ahmad Yani dalam keterangannya.


"Siapa yang merasa terancam memberikan hak pilihnya dengan adanya hoax? Saya menduga ini kekhawatiran penguasa yang berlebihan untuk menekan laju progresifnya gerakan rakyat di media sosial," kata Yani yang anggota DPR periode 2009-2014.

Yani pun mempertanyakan hubungan hoax, Pemilu, dan terorisme. Sebab baginya, ketiga hal itu jelas berbeda dan diatur masing-masing dalam UU.

"Jadi niat Pak Wiranto itu adalah bentuk teror terhadap kebebasan dan demokrasi. Hal itu juga membuktikan bahwa hukum mau diterapkan secara serampangan untuk melegitimasi kekuasaan ini. Ini sangat buruk," tegasnya.

"Apakah Wiranto menganggap hoax sebagai extra ordinary crime. Jangan merasa paling kuasalah," kritik Yani.

Yani mengingatkan pemerintah agar tidak berambisi menerapkan peraturan yang bersifat uji coba. Terlebih jika itu untuk mencari legitimasi dan menghukum kebebasan rakyat yang sedang dirayakan.

"Marilah kita rayakan demokrasi dengan gembira, jangan ada yang merasa mau mengendalikan demokrasi," pintanya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya