Berita

MRT Jakarta/Net

Politik

Klaim Jokowi Soal MRT Bisa Dibaca Strategi Singkirkan Peran Anies dan Gubernur Terdahulu

SABTU, 23 MARET 2019 | 13:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Analis politik Telkom University Dedi Kurnia Syah menilai, klaim Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo soal pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) merupakan keputusan politiknya saat menjadi Gubernur DKI dinilai kurang bijak.

Menurut Dedi, porsi Jokowi dan Ahok pada saat itu sama besarnya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ini terhadap seluruh kebijakan terkait MRT.

“Kalau kemudian disebut sebagai keputusan politik (Jokowi), maka tidak bijak,” kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/3).


Klaim itu, sambung Dedi, berdampak negatif bagi citra Jokowi sendiri, kalau tujuannya hanya mendongkrak elektabilitas jelang pemilihan presiden.

Selain itu, Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP) melihat, klaim sepihak Jokowi bisa diartikan sebagai upaya untuk mendelegitimasi kewenangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hasil penelusuran justru Gubernur DKI terdahulu, Fauzi Bowo atau Foke menjadi pihak pertama yang meresmikan pencanangan pembangunan proyek MRT.

Groundbreaking itu dilakukan secara seremonial di Stadion Lebak Bulus, Jakarta (26/4) tahun 2012 silam. Saat itu, Foke meresmikan pencanangan pembangunan tahap pertama koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus-Bundaran HI dengan panjang 15,7 km. 

Pernyataan Jokowi ini juga belakangan ramai di sosial media. Banyak warganet yang menyebut jika klaim Jokowi itu keliru. 

"Foke tahun 2012 resmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT," ujar akun Inonk Iskandar sambil menyertakan tangkapan layar pernyataan Jokowi dan Foke di media online.

"Pendirian PT MRT Jakarta 2008, penentuan kerja sama BUMN-Swasta funding serta groundbreaking 2012, semuanya terjadi saat DKI Jakarta dipimpin Gubernur, Fauzi Bowo (Foke) pada era Presiden SBY," tambah warganet lain, ZA Effendi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya