Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Nusantara

Jangan Bertele-tele, DPRD DKI Segera Setujui Penjualan Saham Bir

RABU, 20 MARET 2019 | 11:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setelah sempat menjadi diskursus hangat, proses pelepasan atau penjualan saham bir milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk yang masih terhalang restu DPRD DKI masih belum jelas jantrungannya. Hingga kini, masih ada fraksi yang belum menyetujui pelapasan saham bir itu.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan kekhawatirannya proses penjualan saham bir ini akan berlarut-larut di DPRD DKI mengingat kesibukan para anggota dewan menjelang Pemilu 2019.

Senator Jakarta ini berharap, para wakil rakyat Jakarta menyisihkan waktunya untuk fokus membahas persoalan ini dan segera mengetuk palu persetujuan penjualan saham bir. Ini penting agar, saham bir bisa langsung dijual dan hasilnya dialihkan untuk membangun berbagai infrastruktur yang saat ini menjadi kebutuhan warga.


"Proses ini kan bukan seperti menyusun dan mengesahkan Perda yang memang membutuhkan waktu panjang. Ini kan sekedar persetujuan menjual saham. Sebagian besar warga Jakarta juga menuntut agar saham ini dijual. Apalagi lagi yang DPRD khawatirkan. Jangan terlalu bertele-tele apalagi mengulur-ngulur waktu. Sebagian besar warga Jakarta sudah jengah melihat lambatnya DPRD merespon hal ini," ujar Fahira yang juga Ketua Umum Gerakan Nasional Antimiras ini, di Jakarta, Rabu (20/3).

Menurut Fahira, di hampir semua titik yang dia datangi untuk berkampanye pencalonannya sebagai Caleg DPD RI, selalu ada warga yang bertanya soal proses penjualan saham bir ini. Mereka heran, kenapa itikad baik Pemprov DKI menjual saham bir begitu susah direalisasikan. Mereka juga bingung, ketakutan apa yang ada di pikiran beberapa anggota dewan yang hingga saat ini belum menyetujui pelepasan saham bir.

"Saya sekedar mengingatkan teman-teman DPRD. Penjualan saham bir saat ini bukan lagi sekedar aspirasi, tetapi sudah menjadi tuntutan warga. Warga ingin pemprov berinvestasi di bidang-bidang yang ada hubungannya dengan pembangunan misalnya investasi di bidang air bersih. Bukan berinvestasi di bidang yang tidak ada hubungan dengan kemaslahatan warga, apalagi berinvestasi di perusahaan bir," tukas Fahira.

Saat ini, lanjut Fahira, walau Jakarta adalah ibukota dan dapat dikatakan kota termaju di Indonesia, tetapi dalam hal penyediaan air bersih, kondisinya masih sangat memperihatinkan. Hanya sekitar 57 persen warga Jakarta yang bisa mengakses air bersih melalui pipanisasi.

Artinya, 43 persen dari 10,37 juta jiwa penduduk Jakarta terutama yang ada di Jakarta Utara belum bisa mengakses air bersih melalui pipanisasi dikarenakan Pemprov DKI tidak pernah lagi menambah pipa air bersih sejak 12 tahun lalu.

"Pemprov DKI sudah berkomitmen hasil pelepasan saham bir ini akan digunakan untuk diinvestasikan membangun infrastruktur yang dibutuhkan publik salah satunya air bersih dengan memperbanyak pembangunan pipa air. Ini agar semua warga Jakarta mendapatkan akses air bersih dan inisiatif ini didukung warga. Jadi kenapa DPRD harus berlama-lama menyetujui pelepasan saham bir?" pungkas Fahira.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya