Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Dua Hakim MK Terpilih Diharapkan Mampu Hadapi Sengketa Pemilu

RABU, 20 MARET 2019 | 00:06 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Paripurna DPR menetapkan Wahiduddin Adams dan Aswanto sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi periode 2019-2024. Tugas penting segera menyongsong keduanya.

"Kami percaya, orang terpilih ini adalah orang yang memiliki kapabilitas tinggi dan diharapkan mampu menghadapi sengketa-sengketa pemilihan legislatif dan pemilihan presiden mendatang," kata anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqulhadi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3).

Anggota Fraksi Nasdem itu menekankan pilihan terhadap Wahiduddin dan Aswanto adalah pilih terbaik. Wahiduddin dan Aswanto terpilih setelah melalui serangkaian tes yang dilakukan sejak tanggal Februari 2019. Pada tanggal 12 Maret 2019, dalam rapat Komisi III, keputusan diambil secara musyawarah mufakat memilih dua nama tersebut sebagai Hakim MK periode 2019-2024.


"Fraksi Partai Nasdem tentu saja berharap sekali kepada kedua hakim KM terpilih," katanya.

Keputusan berdasarkan masukan dan pertimbangan fraksi dan panel ahli antara lain mantan hakim agung MK, Prof Harjono Maria Farida Indrati, dan Maruarar Siahaan serta Guru Besar Ilmu Hukum Pidana UGM Prof. Eddy OS Hiariej.

Wahiduddin dan Aswanto adalah petahana. Keduanya terpilih menyisihkan 9 nama lainnya yakni Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciada Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M Galang Asmara, Refly Harun, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta, dan Sugianto.

Teuku mengatakan hakim MK harus segera dipilih mengingat masa jabatan periode lalu habis pada Maret 2019 ini. Dia juga memastikan terpilih setelah melalui serangkaian tes, dan pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat.

"Juga tidak ada diskriminasi yang terjadi selama proses pemilihan. Semua diperlakukan sama, baik imcumben maupun yang baru," tukas dia.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya