Berita

Romahurmuziy.Net

Publika

Memalukan Dan Fatal

SABTU, 16 MARET 2019 | 18:10 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ROMI si Korektor Doa, akhirnya pakai rompi oranye KPK. Berkacamata hitam. Gus Romi tetep ganteng. Seperti kata Presiden Jokowi, "dia sudah ganteng dari sononya".

Silang pendapat terjadi. Pasca skandal korupsi Romi mencuat, Ketua TKN Erik Tohir langsung reaktif dengan statement "Tidak ngaruh terhadap elektabilitas Jokowi". Wapres JK berpendapat sebaliknya. TKN's Grand Wizard Denny JA berusaha meredam kepanikan.

Luar biasa "Bapak Meme Nasional" Denny JA. Dia bangun narasi mantap. Kali ini, cerita half-truth-nya seputar skandal Dick Morris dan kemenangan Bill Clinton atas Bob Dole.


In short, kesimpulan argumentasi Denny JA mengenai Skandal Korupsi Romi adalah "Embarrassing but Not Fatal".

Sesuai format Denny JA, Sekjen Hasto PDIP langsung memainkan peran Bill Clinton yang menyatakan Dick Morris sebagai teman.

Sekjen Hasto mengatakan, "Romi adalah tetap sahabat yang tidak boleh ditinggalkan demi kemenangan Jokowi".

Dick Morris adalah ahli strategi di barisan Bill Clinton. The Man Who Has Clinton's Ear. Dia punya skandal sex dengan seorang pelacur yang dibayar $200 per 1 jam. Toe-sucking scandal. Mundur dari Tim Kampanye tanggal 29 Agustus 1996.

Tiga bulan kemudian, 5 November 1996, hari pencoblosan suara. Bill Clinton menumbangkan Bob Dole dengan angka 49:41.

Sampai di sini, Denny JA mengakhiri kisahnya. Kasus Dick Morris ngga ngaruh. Sama seperti Romi. That's all personal. Maka diambilah doktrin "Association Fallacy" atau "Guilt by Association" sebagai pijakan filosofisnya. Jokowi ngga ada urusan dengan Skandal Korupsi Romi.

Sebenarnya, kisah Bill Clinton belum berakhir. Pasca dia dilantik sebagai presiden dua-periode tanggal 20 Januari 1997, berbagai kasus skandal sex mencuat. Paling fenomenal Monica Lewinsky yang mengaku pernah 9x berhubungan sex dengan Bill Clinton.

Tentu saja, awalnya Bill Clinton bersumpah ngga pernah melakukan itu. Di acara 60 minutes, dia juga menyangkal pernah berhubungan badan dengan artis Gennifer Flowers.

Selain itu, ada tiga perempuan lain yang menggugat Bill Clinton secara terbuka. Gugatan itu seputar sexual misconduct, termasuk perkosa, harassment dan pelecehan sexual. Mereka adalah Paula Jones, Kathleen Willey, dan Juanita Broaddrick.

Entah gimana perasaan Pro Clinton yang ditipu slogan "pro-family, pro-education dan pro-economic growth" setelah semua aib sex Bill Clinton terkuak. Pastinya nasi telah jadi bubur. "Too late to Regret" kata Hamza Messaoudi.

Antara Dick Morris dan Romi tidak apple to apple. The Grand Wizard Denny JA maksa bener.

Dick Morris was an obscured-figure. Bukan mesin politik. Dia ngga terlalu sering muncul di televisi, koran atau vlog.

Skandal Sex Dick Morris ngga sanggup memproduksi potret White House sebagai "Sarang Orgy".

Karena Dick morris bukan Staff White House, Anggota Kabinet atau Ketua Partai Pengusung Bill Clinton.

Romi mesin politik utama Paslon Ko-Ruf No 1. Salah satu striker paling tajam dalam menuduh ada HTI di belakang Prabowo.

Sekali pun bikin hetrik, publik Amerika suka sensasi, kasus Dick Morris cuma recehan. Kasus sampah yang disukai tabloid "supermarket" seperti Star Magazine.

Senator California Dianne Feinstein hanya menyebut Dick Morris sebagai "Orang Tolol".

Kubu Republican bahkan ngga minat mengeksploitasi skandal recehan Dick Morrison. "I don't think we'll be reprinting the Star piece in ads in every paper in the country," kata Barry Goldwater, the Republican nominee.

Menurut R.W. APPLE Jr. ceritanya beda seandainya kasus Dick Morris bukan soal sex. "It would have been better (for Anti Clinton camp) if Dick Morris had been accused of robbing a string of banks," katanya.

Sama halnya dengan Skandal Korupsi Romi. Kepada Denny JA, The Wise Wizard, seseorang mesti berkata, "Seandainya Skandal Romi bukan Korupsi, mungkin elektabilitas Jokowi nggak akan terpengaruh". Yes indeed, it is embarrassing and fatal.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya