Berita

Ahmad Irawan/Net

Politik

Ganggu Soliditas, AMPG Ingin PSI Dikeluarkan Dari Koalisi

KAMIS, 14 MARET 2019 | 10:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menuai kontroversi dari rekan satu koalisi pilpres.

Dalam pidato bertajuk "Festival 11" di Medan, Grace juga menyinggung buku karya Gurubesar Ilmu Politik Nothern Illinois University, Michael Buehler berjudul “The Politics of Sharia Law”.

Buku itu, kata Grace, menyimpulkan bahwa PDIP dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan syariah di seluruh Indonesia.


Grace juga mempertanyakan sikap partai nasionalis yang tidak mendukung rekomendasi NU untuk tidak menggunakan istilah kafir kepada kelompok non muslim.

Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) bahkan menilai pidato Grace telah mengganggu soliditas koalisi.

Wabendum PP AMPG Ahmad Irawan bahkan mendesak PSI keluar dari koalisi karena telah merugikan rekan-rekan yang lain. Dengan begitu, kata dia, PSI bisa lebih fokus untuk meloloskan diri dari ambang batas parlemen.

“Sebaiknya PSI dikeluarkan saja dari koalisi. Lebih baik PSI fokus meloloskan partainya ke parlemen karena keberadaan mereka juga tidak signifikan di lapangan membantu pemenangan Jokowi-Maruf Amin,” ucap Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/3).

Ahmad yang juga caleg Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jatim V itu sangat keberatan dengan pernyataan-pernyataan Ketum PSI. Menurut dia, PSI seperti menggunting ikatan sejarah dan menyimpan kebencian yang akut terhadap keharmonisan masyarakat Indonesia.

“Keharmonisan yang terbangun berdasarkan prinsip mayoritas melindungi minoritas dan tidak meragukan demokrasi sebagai sistem terbaik yang merangkul semua pihak. Jadi pernyataan dan serangan PSI hanya akan mengipasi bara dan menyebarkan kebencian terhadap UUD 1945 dan Pancasila,” bebernya.

Maka dari itu, dia mengingatkan agar rakyat Indonesia tidak terprovokasi dengan pernyataan Grace yang hanya bertujuan untuk menarik dukungan politik semata.

“Masyarakat harus disadarkan langkah-langkah PSI hanya menjadi alat penarik dukungan politik yang dapat mengancam kepentingan bangsa dalam jangka panjang,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya