Berita

Agum Gumelar/Net

Politik

Gerindra Ancam Laporkan Agum Gumelar Sebar Hoax

KAMIS, 14 MARET 2019 | 04:53 WIB | LAPORAN:

Ocehan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar soal keterlibatan Prabowo Subianto dalam penculikan aktivis 98 berbuntut panjang. Agum diultimatum membeberkan bukti  atas ocehannya.

"Kalau dalam waktu 3×24 jam tidak mau membeberkan bukti-bukti penculikan, kita laporkan Agum Gumelar ke polisi," kata Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono, Rabu (13/3) malam.

Arief menantang Agum tidak hanya ngomong gede. Kalau tahu dan punya bukti yang valid tentang penculikan aktivis 98, dia menantang untuk dibuka.


"Kalau tidak ada berarti Agum Gumelar sudah bikin berita hoax," imbuh Arief.

Agum sebelumnya menyebut Prabowo terlibat pelanggaran HAM berat. Dia mengklaim memiliki bukti. Selain itu Agum juga mengulas pemecatan Prabowo di dinas kemiliteran lantaran melawan perintah atasan.

Arief Poyuono meyakin rakyat tidak akan percaya ocehan Agum. Rakyat menurutnya sudah cerdas dan tahu kalau Agum ngomong itu cuma untuk kepentingan kampanye hitam yang diarahkan kepada Prabowo.

Dia mengatakan saat ini banyak pensiunan jenderal yang jadi kaki tangan Jokowi ketar-ketir dan melakukan segala cara untuk melemahkan dan membatalkan kemenangan Prabowo di Pilpres.  Manuver yang ditempuh Agum Gumelar salah satunya.

"Sudah cukup mereka melakukan penzoliman terhadap Prabowo selama ini, hingga melakukan politik pecah belah di keluarga besar TNI dengan isu-isu penculikan aktivis 98 yang dimainkan mulai dari Pilpres 2014 dan 2019," tukasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya