Berita

Foto/Net

Politik

Jokowi Menang 55,5%, Tim Prabowo Singgung Akurasi Dan Survei Pesanan

KAMIS, 14 MARET 2019 | 03:26 WIB | LAPORAN:

Badan Pemenangan Nasional (BPN) mempersoalkan kredibilitas data statistik survei KonsepIndo Research and Consulting yang menyimpulkan elektabilitas Prabowo-Sandi 33,2% kalah dari Jokowi-Maruf Amin dengan 55,5%.

"Jangan lupa bahwa semakin tinggi N semakin tinggi responden. Itu akan meninggikan atau statistikal point dan semakin mengecilkan margin of error," kata Jurubicara BPN, Viva Yoga Mauladi ketika rilis survei KonsepIndo di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Dia mengatakan survei lebih akurat jika melibatkan 32 ribu responden ketimbang 1.200 responden seperti yang dilakukan KonsepIndo dalam surveinya.


"Contoh soal undicided voters saja ini (survei dengan 1.200 responden) 11,1 persen, tapi kalau 32 ribu responden, itu 33 koma sekian persen undicided voters nya," jelasnya.

Viva lantas menyinggung soal survei pesanan. Hal itu dia sampaikan menanggapi hasil survei KonsepIndo yang menyebut elektabilitas Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandi terpaut sangat jauh.

"Kalau soal ya, nilai elektabilitas cincailah ya, bisa naik turun lah ya," selorohnya.

Berkaca dari Pilgub, Viva menceritakan survei lembaga-lembaga ternama salah besar. Misalnya soal elektabilitas pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah di Pilgub Jawa Tengah, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI.

"Jadi memang beberapa survei kemarin juga banyak yang salah. Artinya ini persoalan responden, kredibilitas data dan kredibilitas lembaga survei," tegasnya.

Untuk itu ditegaskan Viva, hasil survei lembaga-lembaga survei bukanlah acuan bagi BPN. Sebaliknya, BPN justru kini optimis bisa memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

Pasalnya, meski enggan mengungkapkan seberapa besar angkanya, survei internal yang mereka lakukan ternyata menunjukkan hasil yang jauh berbeda. Survei dilakukan berbasis dapil dengan menggunakan responden yang jumlahnya jauh lebih besar, dan kemudian ditarik menjadi survei nasional.

"Oleh karena jumlah respondennya, N-nya lebih banyak dari pada survei berbasis nasional kemudian di tarik ke Dapil, akan ada kesalahan dalam teori atau ada kesalahan dalam pengolahan datanya. Jadi misalnya kalau 1.200 responden, ada 34 provinsi, berarti tiap provinsi rata-rata 35 responden. Kalau 1.200 responden dibagi menjadi 80 Dapil di DPR RI, maka rata-rata responden menjadi 15 responden. Jadi dengan 192 juta DPT. Bandingannya begitu. Makanya BPN tetap optimis," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya