Berita

Agum Gumerlar/Net

Politik

Gerindra Tantang Agum Gumelar Beberkan Bukti Penculikan Aktivis

RABU, 13 MARET 2019 | 21:28 WIB | LAPORAN:

Partai Gerindra memastikan bahwa masyarakat tidak percaya dengan pernyataan anggota Wantimpres Agum Gumelar terkait penculikan aktivis di tahun 1998 yang menyudutkan ketua umumnya Prabowo Subianto.

Menurut Wakil Ketum Gerindra Arief Poyuono, rakyat sudah cerdas dan tahu jika pernyataan Agum Gumelar soal penculikan aktivis hanya untuk kepentingan kampanye hitam yang diarahkan pada Prabowo. Mengingat, Agum saat ini berada di lingkaran Istana.   

"Sudah banyak jenderal-jendral pensiunan yang jadi kaki tangan Joko Widodo ketar ketir dengan kekalahan Joko Widodo di Pilpres 2019. Jadi, segala cara mereka lakukan untuk bisa melemahkan Dan membatalkan Kemenangan Prabowo-Sandi tapi ingat ya Gusti Allah ora sareh (tidak tidur)," jelasnya kepada wartawan, Rabu (13/3).


Arief mengingatkan, kubu pendukung petahana Presiden Jokowi sudah cukup melakukan penzoliman terhadap Prabowo yang tahun 1998 lalu menjabat danjen Kopassus TNI AD. Selain juga langkah mereka melakukan politik pecah belah di keluarga besar TNI dengan isu-isu penculikan aktivis yang dimainkan saat saat pilpres 2014 dan 2019.

"Ingat jenderal, siapa menabur dia akan menuai. Semua ada harga yang harus jenderal bayar," katanya.

Untuk itu, Arief menantang Agum membeberkan ke publik jika benar mengetahui dan punya bukti valid tentang peristiwa penculikan aktivis tahun 1998 lalu.

"Silakan dibuka saja sekarang. Saya kasih waktu kalau dalam waktu tiga kali 24 jam Agum Gumelar tidak mau membeberkan bukti-bukti penculikan aktivis 98 kita laporkan Agum Gumelar ke polisi karena bikin berita hoax terus," tegas Arief.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya