Berita

Joko Widodo/Net

Politik

PILPRES 2019

Pernyataan 'Bodoh Banget Kita' Bukti Jokowi Gagal Total

RABU, 13 MARET 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Presiden Joko Widodo 'bodoh banget kita' terkait transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang masih defisit, merupakan salah satu alasan kuat bagi rakyat untuk melakukan pergantian presiden pada Pilpres 2019.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan, neraca perdagangan yang masih defisit merupakan bukti kinerja tim ekonomi pemerintahan Jokowi gagal total.

"Artinya tim ekonominya gagal total. Dari semua neraca perdagangan pada lampu merah semua. Menunjukan kinerja yang jeblok. Faktanya ekonomi jalan di tempat," katanya saat berbincang dengan redaksi, Rabu (13/3).


Meskipun tim ekonomi pemerintah gagal total, menurut aktivis mahasiswa tahun 1998 ini, yang paling pantas dipersalahkan tetaplah Jokowi selaku pemimpin tertinggi.
 
"Jokowi yang harus dipersalahkan. Garis neoliberal dan lemahnya leadership jadi faktor utamanya," tandasnya.

Jokowi sudah memimpin lebih dari empat tahun. Semestinya dakam kurun waktu itu dia sudah mampu memperbaiki ekonomi bangsa. Dengan demikian, tidak ada cara lain, Jokowi harus dikalahkan pada Pilpres 17 April nanti.

"Hanya itu (ganti presiden) solusinya," pungkas Andrianto.

Pada Rakornas Investasi di ICE BSD, Banten, Selasa kemarin (12/3), Jokowi mengeluhkan tentang defisitnya transaksi berjalan dan neraca perdagangan. Padahal kunci dari dua masalah itu sudah diketahui, yakni investasi dan ekspor.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, Jokowi memerintahkan kepada semua jajarannya di pusat maupun di daerah untuk mempermudah proses usaha.

"Tahu kesalahan kita, tahu kekurangan kita, rupiahnya berapa defisit kita tahu, kok enggak kita selesaikan, bodoh banget kita kalau seperti itu," sesal Jokowi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya