Berita

Taufiqulhadi/RMOL

Politik

Pembebasan WNI, Nasdem Klaim Surya Paloh Lebih Inspiratif Ketimbang Prabowo

SELASA, 12 MARET 2019 | 11:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Bebasnya Siti Aisyah dari ancaman hukuman di Malaysia menambah catatan keberhasilan perlindungan WNI di negeri orang.

Sebelumnya Capres Prabowo Subianto juga pernah menyewa pengacara terbaik untuk membebaskan Wilfrida Soik, TKW asal NTT yang terancam hukuman mati di Malaysia.

Menurut politisi Nasdem Teuku Taufiqulhadi, bebasnya Siti Aisyah bukan karena terinspirasi dari langkah Prabowo selamatkan Wilfrida Soik, melainkan murni keberhasilan Kementerian Luar Negeri.


Bahkan Anggota Komisi III DPR ini malah membanggakan prestasi Ketua Umumnya Surya Paloh saat menyelamatkan ABK WNI di Kepualuan Sulu yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayaf.

"Saya rasa tidak sama sekali ya (terinspirasi dari Prabowo). Persoalan membebaskan ini adalah justru jauh telah dilakukan, misalnya oleh Pak Surya Paloh. Waktu kasus penyanderaan WNI di Mindanao dan Sulu," kata Taufiq saat ditemui di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (12/3).

Menurut dia, langkah itu telah berkali-kali dilakukan oleh Surya Paloh. Bahkan anak-anak dari para penyandera WNI itu malah disekolahkan di Yayasan Sukma milik Surya Paloh yang berada di Pidie, Aceh.

"Itu telah dilakukan berkali-kali dan hasil perundingan tersebut bagaimana kemudian dibebaskan WNI akhirnya disepakati dan menjadi lebih baik perkembangannya. Kemudian mereka meminta agar anaknya itu disekolahkan di Indonesia, di Yayasan Sukma yang ada di Aceh milik Pak Surya Paloh," bebernya.

Lanjut Taufiq, kini sudah ada puluhan anak Mindanao yang disekolahkan di Yayasan Sukma. Sehingga apa yang dilakukannya oleh Surya Paloh tersebut menurutnya lebih inspiratif ketimbang yang dilakukan oleh Prabowo.

"Anak-anak yang dulu orang tuanya melalukan penyanderaan kepada ABK WNI, jadi sekarang mereka bisa ditemukan di sana (Yayasan Sukma). Jadi apa yang dilakukan oleh Pak Surya Paloh ini lebih inspiratif," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya