Berita

Dubes Djauhari Oratmangun dan Wakil dari Kongres Kota Chngqing, Liu Xuepu/Ist

Dunia

Menjemput Sejuta Peluang Kerjasama Di Chongqing

SELASA, 12 MARET 2019 | 07:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kunjungan pertama kali ke kota Chongqing membawa kesan tersendiri bagi Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun. Pasalnya, kota di tepi sungai Yangtze yang merupakan persimpangan bagi jalur One Belt One Road ke Eropa dan Asia Tenggara ini memiliki catatan ekonomi yang luar biasa dengan Indonesia.

Kota Chongqing memiliki total perdagangan dengan Indonesia mencapai 7,78 milyar Renminbi (setara dengan hampir 1,2 miliar dolar AS) dan sudah terdapat delapan perusahaan Chongqing yang berinvestasi di Indonesia dengan nilai total mencapai 140 juta dolar AS dengan membangun pabrik dan menciptakan lapangan kerja baru.

Salah satunya adalah perusahaan produsen mobil Sokon Group yang baru mulai memasuki pasar Indonesia dengan brand DFSK. Selain memproduksi mobil konvensional, Sokon Group juga memproduksi mobil listrik ramah lingkungan dengan teknologi modern. Duta Besar Djauhari Oratmangun berharap pabrik DFSK dapat segera mengadopsi teknologi ini agar Indonesia juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan mobil listrik produksi dalam negeri.


Mr. Liu Xuepu, wakil dari Kongres Kota Chongqing, menyampaikan harapannya bagi kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia. “Meskipun secara statistik hubungan Indonesia dan Kota Chongqing dalam keadaan baik, namun masih banyak ruang kerja sama yang dapat lebih dikembangkan lagi,” ujarnya seperti dikutip dari rilis KBRI Beijing.

Ia menekankan sejumlah bidang potensial di antaranya teknologi komunikasi dan informasi, perdagangan dan ekonomi, industri pintar, pendidikan, pertukaran budaya, serta pariwisata.

Duta Besar Djauhari Oratmangun secara pribadi juga terkesan dengan statistik pariwisata yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Chongqing. Sebanyak 60 ribu turis kota Chongqing mengunjungi Indonesia pada tahun 2018 dan 30 ribu turis asal Indonesia mengunjungi Chongqing. Hal ini didukung dengan jalur penerbangan charter kota Chongqing dengan Bali dan Manado.

“Masih banyak peluang bagi dunia pariwisata jika melihat besarnya populasi Kota Chongqing yang mencapai 31 juta penduduk. Kita perlu lakukan promosi lebih giat lagi untuk menarik wisatawan Tiongkok, khususnya kota Chongqing, untuk ke Indonesia,”  kata Duta Besar Djauhari Oratmangun. Beliau berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan forum bisnis dan promosi budaya di kota Chongqing dalam waktu dekat.

Komitmen Duta Besar tersebut disambut dengan antusias oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Kota Chongqing. Mereka sering menyelenggarakan kegiatan promosi budaya dan pariwisata melalui berbagai kesempatan. Saat ini terdapat lebih dari 100 mahasiswa Indonesia di Kota Chongqing dengan mayoritas bidang studi di jurusan kedokteran, bisnis dan ekonomi.

Dalam kesempatan diskusi dengan para mahasiswa, Duta Besar Djauhari Oratmangun mengingatkan kembali bahwa sebagai representasi Indonesia di luar negeri, para mahasiswa diharapkan dapat meninggalkan kesan yang positif mengenai Indonesia.

Kunjungan Duta Besar RI untuk RRT kali ini mencakup pula peninjauan ke pabrik serta sekilas pusat perekonomian kota Chongqing yang didukung dengan pelabuhan kontainer sungai terbesar di Tiongkok, jalur tol, serta moda transportasi terintegrasi. Beliau optimis akan terjalin hubungan yang lebih luas lagi antara Indonesia dan Chongqing.

Chongqing, meskipun berada jauh dari wilayah pantai, merupakan salah satu kota provinsi di Tiongkok, sejajar dengan Beijing, Shanghai, dan Tianjin yang secara langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kota Chongqing merupakan basis industri bagi investasi negara asing dari kawasan Asia seperti Singapura, Korea Selatan, Jerman, Inggris, dan lain-lain.

Mengandalkan sungai Yangtze sebagai jalur logistik sejak dulu, kota Chongqing merupakan hub ekonomi bagi wilayah tengah dan barat Tiongkok. Kini dengan jalur logistik kereta api ke kawasan Eropa, dan memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 15,9 persen pada tahun 2018 di saat pertumbuhan Tiongkok secara keseluruhan hanya sebesar 6,6 persen.

Tidak heran jika kemudian pemerintah RRT menempatkan Chongqing sebagai jalur persimpangan bagi jalur One Belt One Road ke Eropa dan Asia Tenggara.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya