Berita

Foto/RMOL

Politik

Kekhilafan Luar Biasa Yang Terjadi Di Pilpres 2019

SELASA, 12 MARET 2019 | 02:36 WIB | LAPORAN:

. Etika politik di Indonesia harus berbasis dan berlandaskan Pancasila.

Begitu dikatakan anggota MPR dari Partai Nasdem, Johnny G. Plate pada diskusi Empat Pilar MPR bertema "Etika Politik Dalam Pemilu 2019" di Media Center DPR, Jakarta, Senin (11/3).

"Secara tegas saya katakan, harus. Sebab dalam berpolitik pun harus beretika. Perlu diingat, etika dan politik harus seiring sejalan dan saling melengkapi," katanya.


Secara normatif dalam perpolitikan, menurutnya, etika politik harus mengacu, berbasis dan berlandaskan kepada ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan tiga konsensus lainnya yakni Kebangsaan NKRI, kemajemukan dan konstitusi negara.

Dia menegaskan, di ruang publik terutama terkait Pilpres 2019 ada beberapa kekhilafan etika yang luar biasa besarnya, yakni fenomena mengalihkan isu kontestasi pilpres menjadi ajang evaluasi negatif kinerja salah satu capres menjadi keunggulan capres lainnya. Kemudian, upaya penggiringan dan pembenturan antara capres dengan kabar-kabar hoax serta fitnah.

Dia menekankan hal ini harus disadari betul. Konstestasi pilpres semestinya diisi dengan adu gagasan, adu program, adu visi dan misi dengan tetap menjaga di koridornya yakni persatuan dan kesatuan bangsa.

"Untuk itu peran seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga etika politik kita tetap berjalan di koridor tersebut," kata Jhonny, yang juga mengatakan salah satu elemen bangsa tersebut adalah pers nasional.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya