Berita

Komisioner KPU, Viryan Azis/RMOL

Politik

Komisioner KPU Ke Andi Arief: Dosa Loh, Nyebarin Yang Belum Jelas

SENIN, 11 MARET 2019 | 18:12 WIB | LAPORAN:

. Politisi Partai Demokrat, Andi Arief diingatkan untuk tidak buru-buru menyebarkan informasi terkait kepemiluan sebelum melakukan konfirmasi langsung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner KPU, Viryan Azis mengimbau Andi Arief mengkonfirmasi langsung tentang berbagai informasi yang didapatkannya langsung ke KPU sebelum disebarluaskan ke media sosial.

"Lebih baik kan begini, kalau ada hal yang tak jelas (informasi simpang siur), kalau disebarkan kan belum tentu jelas. Dosa loh nyebarin hal yang belum jelas," katanya di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/3).


Ditekankan Viryan, bukan hanya Andi Arief, tapi semua pihak berhak berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pemilu, termasuk memberikan masukan kepada para penyelenggara Pemilu. Namun demikian, dimintanya agar masyarakat menggunakan cara-cara yang tepat.

"Kita berterima kasih kalau ada masukan-masukan, Tapi sebaiknya masukan itu disampaikan langsung kepada kita, kan peserta Pemilu biasa bertemu dengan kami," pungkasnya.

Andi Arief pernah memposting di media sosial Twitter tentang adanya informasi yang mengatakan ada 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Tadi pagi, Andi Arief memposting dua foto truk yang ada tulisan aksara kanji atau Jepang. Dalam foto itu, nampak seorang wanita berjilbab dan seorang polisi tengah berpose menunjuk ke lambang KPU "dokumen negara" yang ditempelkan di truk tersebut.

Rekan Viryan, Komisioner KPU, Ilham Saputra sudah membantah kalau truk itu berisi surat suara yang berasal dari China. Ditegaskannya truk bertuliskan kanji Jepang itu merupakan milik salah satu perusahaan pemenang tender surat suara PT Temprina.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya