Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Saya Dihabisi Karni Ilyas Dengan Kejam

SENIN, 11 MARET 2019 | 01:04 WIB | LAPORAN:

Politisi Partai Demokrat Andi Arief memprotes wartawan senior Karni Ilyas dan TV One, khususnya tayangan acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang digelar Selasa lalu (5/3). Andi merasa diperlakukan tidak adil, bahkan diadili secara kejam.

Protes Andi disampaikannya lewat akunTwitter miliknya, @AndiArief_, Minggu malam (10/3).

Kicauan di Twitter itu pun ditayang ulang Andi Arief di akun Facebook miliknnya. Andi sungguh-sungguh merasa telah dihabisi dalam acara ILC bejudul "Andi Arief Terjerat Narkoba: Pukulan Bagi Kubu 02?".


"Ketimbang Bang @karniilyas menghabisi saya secara kejam melalui foto-foto yang saya tidak bisa klarifikasi, lebih baik angkat isu Shambar. Persoalan bang Karni menghabisi saya lewat tayangan foto, pada waktunya saya akan melakukan perhitungan," tulis Andi Arief.

"Saya bukan tersangka Bang Karni. Abang wartawan senior, tapi abai," katanya.

Menurut Andi, polisi sudah bekerja profesional. Tidak ada barang yang disita darinya kecuali uang Rp 20 ribu yang dibawanya. Karena tidak terbukti, lanjutnya, maka polisi mengeluarkannya dari ruang tahanan sementara dua jam sebelum ILC pada hari Selasa itu (5/3) digelar.

Namun, sambung Andi, Karni Ilyas dan sejumlah pembicara melanjutkan acara yang mengadilinya. "Come on, bagaimana itu bisa terjadi? Bang Karni menghajar orang yang secara hukum tidak bersalah," katanya.

Polisi memang punya hak penyelidikan dan sebagainya, selama masa itu tidak ada hak media untuk menyebarkan material apapun apalagi menghakimi. Ini standar dasar penyelidikan dan pemberitaan media.

"Saya tidak bermaksud menggurui. Ini masuk skandal pers lho Bang Karni. Sekali lagi, bagaimana mungkin Bang Karni Ilyas sembrono dan menyebar foto yang sudah merugikan saya. Saya tamu di kamar itu," kata politikus dari Lampung ini.

UU ITE bahkan menyebut, siapapun bisa dipidana jika menyebarkan material yang bukan haknya  dari offline ke online, yang bisa mencemarkan atau merugikan orang.

Andi berharap, Karni Ilyas yang sudah memulai ini menjadi "bara" untuk menjadi bagian memadamkannya.  Selain itu, dia juga berharap Karni Ilyas dan TV One yang sudah menjadi algojo dalam menghabisinya meminta maaf.

"Sekali lagi saya hanya terperiksa seperti yang dikemukakan Kabareskrim. Saya bukan kriminal dan persepsi buruk tentang foto-foto yang dimuat, sudah meluas. Termasuk dilakukan media lain. Bang Karni tahu kerugian immaterial saya dan keluarga?" tanya Andi Arief.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya