Berita

Jalan sehat Gemura/RMOL

Politik

Gemura Ajak Masyarakat Berkampanye Damai

MINGGU, 10 MARET 2019 | 19:47 WIB | LAPORAN:

Menjelang Pilpres 2019 suhu politik kian memanas, berbagai isu dipublikasi untuk menguatkan atau menjatuhkan masing-masing calon presiden.

Fitnah atau hoax menjadi santapan hari-hari dari sebagai informasi yang diterima masyarakat. Akibatnya masyarakat saling curiga antara satu dengan yang lain.

Untuk itu, Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) menggelar kampanye damai melalui jalan sehat dalam ajang Car Free Day di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (10/3).


Dengan mengusung tema 'Kebersamaan Menjadikan Negara Kuat', Gemura ingin mengajak semua elemen bersatu membangun kebersamaan.

Gemura juga mengundang tim kampanye dari pasangan capres nomor urut 01 dan 02 serta unsur pemerintah. Diharapkan masyarakat berharap, Indonesia tidak terpecah belah meski pilihan politik berbeda. Karena persatuan adalah yang utama.

"Baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo keduanya kan sama-sama punya tujuan dan niat yang baik untuk membangun Indonesia menjadi lebih maju. Jadi kalau beda pilihannya tidak usah gontok-gontokan. Siapapun yang jadi itulah presiden kita yang harus kita dukung bersama demi Indonesia jaya," jelas Fitriani Azizah, warga ibu kota yang ikut jalan sehat Gemura.

Perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ahmad Riza Patria yang turut hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Melalui jalan sehat, dia berharap, semua pihak bisa tersadarkan untuk tidak membuat kecurangan dengan menghalalkan berbagai cara demi kekuasaan. Karena bila kecurangan dalam kampanye terus terjadi maka rakyat akan menjadi korbannya.

"Melalui kampanye jalan sehat ini semoga manfaatnya bukan hanya fisik kita saja yang sehat tapi akal pikiran kita juga sehat. Tidak lagi memproduksi kabar hoax, kampanye bisa berlangsung damai, tertib, tanpa kecurangan. Karena semua  itu yang kita harapkan," beber anggota Komisi II DPR tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya