Berita

Teguh Santosa/RMOL Jatim

Nusantara

Teguh Santosa Kupas Buku Di Tepi Amu Darya Di Blitar

MINGGU, 10 MARET 2019 | 10:41 WIB | LAPORAN:

Di Tepi Amu Darya menceritakan pengalaman Teguh Santosa meliput konflik perang saudara tahun 2001.

Amu Darya diambil dari sebuah nama sungai yang memisahkan antara negara Afghanistan dengan Uzbekistan.

Teguh kala itu wartawan Harian Rakyat Merdeka.


Buku ini kembali diulasnya di hadapan puluhan warga Blitar Raya di Miss June Friends and Cafe, Jalan Mendut Nomor 49, kota Blitar, Jawa Timur pada Sabtu malam (9/3).

"Sebelum menjadi buku, pengalaman saya ini juga saya tulis di blog pribadi, namun saya ingin merangkainya ke dalam sebuah buku," tutur alumni Universitas Negeri Padjadjaran ini.

Tahun 2018 lalu buku tersebut diterbitkan.

Berada di daerah konflik memancing rasa ingin tahu Teguh tentang akar persoalan yang terjadi di negara yang terletak di Barat Daya benua Asia itu. Ia menyadari tidaklah mudah, setidaknya pencarian itu mendekati kebenaran.

"Bagi saya setiap hasil liputan seorang wartawan, tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kebenaran yang mutlak, pasti ada celah. Namun setidaknya hasil liputan ini mendekati kebenaran," terangnya seperti dimuat RMOL Jatim (RMOLNetwork).

Tidak hanya di Afghanistan, Teguh juga mengamati berbagai peristiwa politik luar negeri lainnya seperti Perang Irak (2003), Krisis Nuklir Korea Utara (2003), dan Krisis Politik Lebanon (2005).

Menanggapi pertanyaan seorang peserta, dosen kelahiran Medan, 30 Juli 1975 ini menerangkan, konflik di suatu negara dapat terjadi karena adanya pertarungan kepentingan yang melibatkan aktor eksternal dan internal.

Dalam kesempatan tersebut, tiga penanya langsung mendapat buku Di Tepi Amu Darya dari Teguh.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya