Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Peneliti Didorong Berkolaborasi Menghadapi Tantangan Global

RABU, 06 MARET 2019 | 19:21 WIB | LAPORAN:

Yayasan Research Synergy bersama Fakultas Administrasi Bisnis FIA Unika Atmajaya menyusun 2nd International Conference on Inclusive Business in the Changing World (2nd ICIB).

Konferensi yang berfungsi sebagai platform untuk membantu peneliti di seluruh negara mengeksplorasi peran penting bisnis inklusif saat ini. Untuk keberlanjutan dan pertumbuhan masyarakat dunia.
Ketua Yayasan Research Synergy Hendrati Dwi Mulyaningsih mengatakan, 2nd ICIB juga bertujuan memberikan kesempatan kepada akademisi, praktisi, ilmuwan, dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas sebuah jalan bagi peran pemerintah, bisnis dan masyarakat dalam mencapai tujuan berkelanjutan. Serta mengidentifikasi cara efektif untuk menghadapi tantangan regional dan global yang dihadapi masyarakat.

"Ide-ide penelitian dan studi yang kami terima untuk konferensi ini sangat menjanjikan, unik dan berdampak. Saya percaya, studi ini memiliki potensi untuk menghadapi tantangan utama dalam berbagai sub domain dari ilmu sosial," jelas Hendrati di Kampus Unika Atmajaya, Jakarta, Rabu (6/3).

"Ide-ide penelitian dan studi yang kami terima untuk konferensi ini sangat menjanjikan, unik dan berdampak. Saya percaya, studi ini memiliki potensi untuk menghadapi tantangan utama dalam berbagai sub domain dari ilmu sosial," jelas Hendrati di Kampus Unika Atmajaya, Jakarta, Rabu (6/3).

Menurutnya, dengan konferensi, para peneliti diharapkan dapat terbantu dalam menyempurnakan ide-ide penelitian. Serta menemukan solusi untuk dasar atau diterapkan pada masalah yang dihadapi.

"Mereka pun bisa berinteraksi dengan peneliti terkenal lainnya agar bisa melakukan kolaborasi," kata Hendrati.

Dia menambahkan, Yayasan Research Synergy saat ini telah memiliki kombinasi antara profesor senior dan peneliti junior dari wilayah geografis dan bidang studi berbeda-beda.

"Keragaman itu membuat platform menjadi tempat yang ideal untuk berbagi dan bertukar ide, mendapatkan umpan balik dan meningkatkan kualitas penelitian untuk penerbitan lebih lanjut dalam jurnal atau proceeding terindeks scopus," demikian Hendrati.

Rektor Unika Atmajaya Dr. Agustinus Prasetyantoko menambahkan, perkembangan teknologi menjadi sesuatu yang baik untuk semua kemajuan manusia. Dunia pendidikan seperti di universitas pun membutuhkan hal baru dan ide-ide cemerlang untuk perbaikan di masa mendatang.

"Kita harap konferensi ini menjadikan masa depan yang lebih baik kaitannya dengan perkembangan revolusi industri 4.0," ujar Agustinus.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya