Berita

China/Net

Dunia

Italia Bersiap Dukung Inisiatif Sabuk Dan Jalan China

RABU, 06 MARET 2019 | 19:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Italia dikabarkan akan secara resmi mendukung Inisiatif Sabuk dan Jalan China.
 
CNN (Rabu, 6/3) mengutip beberapa laporan menyebut bahwa pemerintah Italia dapat menandatangani nota kesepahaman dalam beberapa minggu ke depan untuk mendukung inifiatif yang didorong oleh Presiden China Xi Jinping tersebut.
 
Harapannya adalah agar dukungan itu dapat menarik investasi China yang lebih besar.
 

 
Jika resmi menandatangani perjanjian dengan Beijing, maka Italia akan menjadi anggota pertama dari kelompok negara maju G7 yang secara resmi mendukung inisiatif tersebut. Amerika Serikat, Jepang dan Inggris engga ikut serta dalam inisiatif itu.
 
Michele Geraci, seorang pejabat di kementerian pembangunan ekonomi Italia, mengatakan kepada Financial Times bahwa kesepakatan itu diperkirakan akan dilakukan pada waktunya, yakni ketika Xi berkunjung ke Italia bulan ini.
 
"Kami ingin memastikan bahwa produk 'Made in Italy' dapat lebih berhasil dalam hal volume ekspor ke China, yang merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia," kata Geraci.
 
Untuk diketahui, Inisiatif Sabuk dan Jalan adalah proyek perdagangan dan infrastruktur besar yang berupaya menghubungkan China dengan Eropa, Afrika, dan Asia melalui serangkaian pelabuhan, rel kereta api dan jalan baru yang didanai Beijing di sepanjang koridor perdagangan darat dan laut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya