Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Saya Minta Pak Widodo Sportif Akui Kegagalan

SABTU, 02 MARET 2019 | 17:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ekonom senior DR Rizal Ramli mengakui bahwa ada program kerja Presiden Joko Widodo yang berhasil selama periode pertama. Salah satunya di bidang pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid meminta Jokowi untuk tidak over klaim. Jokowi, kata dia, juga harus mengakui kegagalannya selama memimpin dan strategi baru untuk memperbaiki kegagalan tersebut.

"Saya minta Pak Widodo sportif mengakui kegagalan yang ada. Jelaskan juga strategi yang baru dalam 5 tahun ke depan," tegas Rizal yang kini enggan memanggil Mas Jokowi di Semarang, Sabtu (2/3).


Dalam catatan RR, sapaan akrab Rizal Ramli, Jokowi gagal di bidang ekonomi dan pangan. Di ekonomi, Jokowi gagal memenuhi target pertumbuhan ekonomi 7 persen. Selama ini, pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 5 persen.

Sementara di bidang pangan, Jokowi juga gagal memenuhi janji untuk tidak impor bahan pangan.

"Kalau ngaku maaf target tidak tercapai, rakyat Indonesia seneng kok. (Lalu bilang) ’saya akan ganti strategi nih'. Tapi itu tidak keluar dari Pak Widodo dan timnya," tegas RR.

Tidak hanya urusan program kerja. RR juga meminta Jokowi untuk lapang dada mengakui keberhasilan kinerja pemerintahan sebelumnya.

Salah satunya mengenai UU Desa. RR merupakan bagian penting dari penerbitan UU tersebut. Tercatat, UU Desa merupakan perjuangan dari Asosiasi Kepala Desa dan Parade Nusantara, di mana Rizal Ramli menjadi ketua dewan pembina pada tahun 2012.

"Jadi tidak bisa pak Widodo klaim ini prestasi dia. Tolong yang jujur, yang fair kalau ada prestasi pemerintah sebelumnya akuilah jangan semua di klaim, itu tidak kesatria, malah membuat orang jijay,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya