Berita

Andre Rosiade/Net

Politik

Gerindra: Di Survei Unggul, Masak Nyebut Angka Dua Nggak Berani

SABTU, 02 MARET 2019 | 16:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tidak menyebut angka dua saat memberi aba-aba jalan sehat di Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan bentuk dari kepanikan calon presiden, Joko Widodo.

“Kalau menurut saya. Namanya juga orang takut kalah, nyebut angka dua saja nggak mau,” kata Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/3).

Menurutnya, Jokowi mulai mengalami kepanikan yang luar biasa dalam menghadapi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Sampai-sampai mantan gubernur DKI Jakarta itu pun kini alergi dengan angka dua, sekalipun hasil rilis lembaga survei selalu memenangkannya.


“Jadi inikan terbalik dengan hasil survei-survei yang menggiring opini Jokowi unggul, masa menyebut angka dua saja nggak berani,” pungkas wasekjen DPP Gerindra itu.

Pada pagi ini, Jokowi mengikuti acara jalan santai di kendari. Dia berkesempatan melepas ribuan peserta jalan kaki. Saat memberi aba-aba lewat hitungan mundur dari angka lima, Jokowi melompati angka dua.

"Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat ini kita mulai. Lima, empat, tiga, satu!" teriak Jokowi sambil mengangkat bendera tanda peserta dilepas.

Pada saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada bulan Januari 2019 lalu, Jokowi juga tidak menyebut angka dua.

“Di ruangan sana saya juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada Ibu Megawati Soekarnoputri yang ke-71 plus 1. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada beliau serta kebahagiaan," kata Jokowi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya