Berita

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha/Net

Politik

Ada-ada Saja TNI Disuruh Ngajar, Banyak Guru Honorer Yang Antre

SABTU, 02 MARET 2019 | 06:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Adanya usulan untuk prajurit TNI bisa mengajar di daerah terpencil sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dipertanyakan.

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha tidak sepakat dengan adanya usulan tersebut. Menurut dia, jatah itu lebih baik diberikan ke guru-guru honorer.

"Kalau saya sih enggak setuju ya, lah orang banyak yang antre yang guru, yang honorer. Guru honorer kalau diangkat jadi PNS kan sudah ada pakta integritasnya, dia bersedia ditugaskan di manapun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Tamliha saat ditemui di komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (1/3).


Menurut anggota Fraksi PPP ini tugas TNI tetap di bidang pertahanan. Sementara kalau tugas mengajar di daera 3T (terpencil, tertinggal dan terluar) bisa diberikan kepada guru-guru honorer yang kini jumlahnya banya.

"Kita reses kan ditanya sama guru honorer, 'pak kapan kami diangkat', lah aku bukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kok, bukan Menteri Negera Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi juga," selorohnya.

Artinya dia melihat permasalahan guru honorer ini juga menjadi polemik. Sementara anggota TNI yang tidak mendapat job juga jumlahnya banyak, sehingga muncul permintaan bahwa anggota TNI aktif bisa ditempatkan di urusan sipil termasuk mengajar.

"Saya enggak sepakat itu. TNI tugas pokoknya itu pertahanan negara," tandasnya. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya