Berita

Puan Rizky Wahyuni/Dok

Politik

TV Condong Siaran Pilpres, KPID Imbau TV Lokal dan Radio Perbanyak Seputar Pileg

JUMAT, 01 MARET 2019 | 16:30 WIB | LAPORAN:

Masih tersisa 40 hari lagi sebelum pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta mengamati siaran televisi seputar Pilpres cukup signifikan dari seluruh durasi pemberitaan baik talkshow maupun dialog.  

“Jumlah siaran Pilpres dapat mencapai 80 persen dari total pemberitaan politik. Jauh lebih besar dibanding jumlah pemberitaan Pileg.  Dari 19 TV lokal dan berjaringan nasional serta radio yang di pantau KPID DKI Jakarta, siarannya masih dominan siaran-siaran seputar Pilpres,” Wakil Ketua KPID DKI Jakarta, Rizky Wahyuni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/3).


Namun untuk televisi lokal dan radio, lanjut pengawas isi siaran ini, KPID belum banyak dapat mengidentifikasi siaran-siaran Pemilu apalagi seputar Pileg. Padahal informasi tentang Pileg ini menurut Rizky, penting juga untuk disampaikan agar masyarakat mengetahui proses, profil dan program calon.

"Justru informasi tentang pileg harusnya lebih banyak karena besarnya jumlah caleg yang berkontestasi, rumitnya cara pemilihan dan informasi lain yang dibutuhkan. Informasinya harus lokalistik, karena pemilihan berbasis daerah pemilihan, misal penduduk Jakarta butuh informasi siapa saja caleg yang mewakili wilayahnya, bagaimana track record dan program-programnya. Itu perlu disiarkan bukan hanya informasi seputar capres dan cawapres saja," tegas Rizky yang pernah aktif menjabat direktur Bakornas LAPMI PB HMI.

Ia mengakui untuk TV lokal dan radio memiliki segmentasi tertentu dalam menyuguhkan siaran. Hanya saja, Rizky mengingatkan bahwa Pemilu serentak 2019 ini momentum pesta demokrasi dan ajang melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Tim sukses yang pasti diuntungkan dominannya siaran Pilpres.

"Pemilu kurang dari 45 hari lagi. Ini momentum kita bersama untuk melakukan pendidikan politik, mengajak masyarakat menjadi pemilih cerdas. Melalui informasi-informasi kepemiluan yang berkualitas yang disiarkan oleh seluruh lembaga penyiaran. Tinggal disesuaikan saja segmentasi dari masing-masing LP bersangkutan. Tidak perlu memaksakan mengubah segmentasi pemirsa," imbaunya.

Apalagi menurut Rizky, saat ini penonton TV dan pendengar radio jumlahnya masih cukup signifikan. Meski platformnya saja yang bervariasi. TV dan radio tidak semata ditonton secara konvensional tapi dapat diakses melaljui streaming online atau rekaman yang diunduh di sosial media.

"Jadi masih sangat efektif memberikan informasi melalui siaran TV dan radio. Informasi terkait penyelenggaraan Pemilu 2019 akan lebih cepat diterima jika disiarkan masif di media. Terutama mengajak masyarakat pemilih menjadi bijak dan cerdas dalam menentukan pilihan politiknya," ujar dia.***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya