Berita

Syamsuddin Haris/RMOL

Politik

Jokowi Dituntut Tegakkan Supremasi Sipil

JUMAT, 01 MARET 2019 | 15:46 WIB | LAPORAN:

Wacana perwira menengah dan tinggi mengisi jabatan di institusi sipil harus ditolak karena melanggar UU.

Peneliti senior Lembaga Pengetahuan RI (LIPI), Syamsuddin Harris mengaku khawatir wacana itu betul-betul diterapkan akan menimbulkan masalah besar seperti hidupnya Dwi Fungsi ABRI.

"Wacana masuknya TNI aktif ke dalam posisi jabatan sipil, saya pikir sebelum menjadi semacam kotak pandora, jadi BNPB kepalanya Pak Doni bintang tiga, kemudian ada lagi dan seterusnya. Kayak gini mesti dihentikan," katanya dalam diskusi bertajuk "Kembalinya Militer dalam Urusan Sipil" di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).


Pasalnya menurut dia, profesionalisme keprajuritan TNI sebagaimana diatur UU 34/2004 akan terganggu.

Wacana perwira menengah dan tinggi TNI mengisi jabatan di institusi sipil dihembuskan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Usulannya itu menyusul wacana restrukturisasi yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo terhadap perwira TNI.

Terkait itu, Syamsuddin Harris menekankan Jokowi haruslah menunjukkan bahwa TNI mesti tunduk pada supremasi sipil yang tengah dipegangnya.

"Ini melanggar UU tadi. Jadi presiden Jokowi dalam hal ini mestinya bisa lebih tegas, juga bisa lebih konsisten dalam mewujudkan cita-cita reformasi itu sendiri. Yang salah satunya tidak lain adalah penghapusan dwi fungsi TNI," pungkasnya.***   
 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya