Berita

Syamsuddin Harris/RMOL

Politik

Kepala BNPB Mengawali Wacana TNI Aktif Dalam Jabatan Sipil

JUMAT, 01 MARET 2019 | 13:45 WIB | LAPORAN:

Wacana perwira menengah dan tinggi TNI mengisi jabatan di institusi sipil dinilai semata-mata kompromi penguasa tertinggi ini dengan militer.

Peneliti senior Lembaga Pengetahuan RI (LIPI), Syamsuddin Harris mengatakan, sebagaimana perintah UU 34/2004 tentang TNI, profesionalisme sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan negara ini.

"Intervensi militer dalam politik itu tidak lagi pada supremasi sipil," kata Syamsuddin dalam diskusi bertajuk "Kembalinya Militer dalam Urusan Sipil" di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).


Kompromi penguasa dengan militer, lanjut Syamsuddin, sebetulnya telah dimulai dari awal kejatuhan rezim Soeharto, meski ada reformasi sektor keamanan. Namun reformasi itu hanya mengakomodir kepentingan elit militer sendiri.

Selain itu kehadiran partai-partai politik yang hingga kini tak memiliki konsep jelas mengenai kekuatan politik sipil. Padahal semestinya supermasi sipil merupakan keniscayaan dalam kehidupan berdemokrasi.

Diperparah lagi sikap kompromistis pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) dengan elit militer.

"Saya duga buka peluang munculnya wacana mengenai penempatan TNI aktif dalam jabatan sipil. Yang diawali dengan menempatkan Letnan Jenderal Doni Monardo, TNI aktif sebagai kepala BNPB," terangnya.

Menurut dia, baik SBY saat berkuasa maupun Jokowi tidak berupaya melakukan intervensi otoritas sipil dalam tubuh militer.

"Pak Jokowi ini kan banyak sekali dikelilingi oleh Moeldoko dan lain-lainlah. Beliau seolah-olah mewadahi kepentingan militer. Konteksnya adalah saling membutuhkan. Ada situasi di mana terbuka peluang saling membutuhkan antara pemerintah sipil dan militer," pungkasnya.***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya