Berita

Kombes Harry Kurniawan/RMOL

Politik

Berdemo Siang Ini, Polisi Fasilitasi Dua Kelompok Massa Audiensi Dengan Pejabat KPU

JUMAT, 01 MARET 2019 | 12:30 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dua kelompok massa akan berunjuk rasa di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Dua kelompok massa itu yakni Forum Umat Islam (FUI) dan dari elemen yang menamakan diri Masyarakat Jaga Indonesia.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan menyampaikan, strategi pengamanan unjuk rasa telah dipersiapkan. Masing-masing kelompok akan diberi sekat untuk mencegah bentrokan.


"Intinya kedua kelompok massa itu, mereka menyampaikan bahwa kegiatan Pilpres (Pemilihan Presiden 2019) ini dapat berjalan dengan baik, aman ya. Dan nanti ya itu tuntutan mereka," kata Harry di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Meski begitu, pihaknya belum bisa memprediksi jumlah massa yang akan ikut aksi ba'da Jumat nanti. Klaim masing-masing kelompok sekitar 1000 orang.

"Tapi kita sudah mempersiapkan berapa pun massa yang akan hadir ke sini akan kita terima dan kita sudah koordinasi juga dengan KPU bahwa dari beberapa kelompok elemen masyarakat itu sudah kita fasilitasi akan diterima audiensi oleh pejabat yang ada di KPU," katanya.

Rencana awal massa berkumpul di kawasan Bundaran Hotel Indonesia jadi titik kumpul mereka, namun tak dizinkan mengacu Peraturan Gubernur DKI Jakarta. Akhirnya mereka memilih lokasi titik kumpul di masjid-masjid yang dekat kantor KPU. Salah satunya di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakpus.

"Mereka berkumpul dan setelah itu nanti akan kita kawal massanya baik yang ada di Masjid Cut Meutia, Masjid Sunda Kelapa dan masjid lain dikawal personel kita baik yang tertutup maupun terbuka untuk diarahkan nanti di depan gedung KPU," ujar Harry.

Harry mengimbau massa bisa menyampaikan pendapat dengan tertib dan tak menggangu aktivitas masyarakat lain. Sesuai UU Penyampaian Pendapat, aksi akan dihentikan bila lewat dari pukul 18.00 WIB.

"Jumlah total keseluruhan personel kita 4.039 itu dari unsur TNI, Polri dan pemerintah kota setempat serta juga dari KPU," imbuh Harry.***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya