Berita

Jusuf Kalla/net

Politik

Ada Arus Kuat Inginkan Perubahan, JK Main Aman

KAMIS, 28 FEBRUARI 2019 | 18:58 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bisa merasakan arus kuat yang menginginkan perubahan kepemimpinan nasional.

Itulah yang mendorong JK beberapa kali tampil membela calon presiden Prabowo Subianto dalam kompetisi Pilpres 2019.

Demikian pandangan Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi.


Selain itu, manuver JK membela Prabowo berangkat dari latar belakangnya selaku pengusaha. JK berkepentingan mengamankan kelompok bisnisnya di tengah persaingan ketat dengan kelompok pengusaha lain.

"Sama dengan pengusaha-pengusaha nasional lainnya, yaitu tidak mau mengambil risiko yang dapat merusak bisnisnya. Mereka selalu bermain dua kaki, dalam pengertian ke sana bantu ke sini juga bantu," kata Bin Firman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/2).

JK menduduki jabatan Ketua Dewan Pengarah dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor 01 Jokowi-Maruf Amin.    

Namun, beberapa kali ia membela Prabowo secara terbuka. Misalnya, dalam isu kebocoran APBN dan isu lahan HGU yang dikuasai Prabowo. JK juga menolak keras kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang cukup dekat dengan Jokowi, di dalam barisan pendukung Jokowi-Maruf.

Menurut Bin Firman, sebagai politisi dan pengusaha kawakan, JK sangat paham arus kuat yang datang dari masyarakat.

"Perubahan dalam benak masyarakat adalah jika Prabowo terpilih pada pemilu April nanti. JK tak mampu membendung arus kuat ini. Jika dia menentang arus, tak ada untungnya," pungkas Bin Firman. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya