Berita

Foto: PMKRI

Nusantara

Mahasiswa Diminta Tularkan Kampanye Damai Di Medsos

RABU, 27 FEBRUARI 2019 | 06:25 WIB | LAPORAN:

Kalangan muda dan mahasiswa diminta menularkan pesan-pesan kampanye damai dan penyebaran Kasih lewat media sosial.

Peningkatan tajam pengguna internet, bisa menjadi persoalan dan sekaligus tantangan bagi kalangan mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementrian Komunikasi dan Informasi (Sekjen Kominfo) pada Lokakarya Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bandung, Selasa (26/2).


Niken pun menyarankan agar PMKRI, mempergunakan sosial media sebagai sarana kampanye menjaga persatuan dan kesatuan d itengah maraknya kabar bohong atau hoax yang tersebar melalui media sosial.

"PMKRI harus mengambil peran sekecil apapun dalam menjunjung persatuan dan kesatuan," tutur Niken.

Pada kesempatan tersebut, Niken memaparkan berbagai fakta penggunaan internet di Indonesia yang mencapai 415 juta pengguna. Jumlah itu melebihi jumlah penduduk di Indonesia.

“Kaum millennial sebanyak 60 persen tak punya rekening tabungan, tapi mereka sebanyak 85 persen punya ponsel,” ujar Niken.

Oleh karena itu, dia mengingatkan agar para mahasiswa dan aktivis meningkatkan minat baca untuk mengurangi hoax.

Media sosial sebagi pilar demokrasi karena bisa mempengaruhi situasi politik. Menurut dia, di tahun 2030, Indonesia akan menjadi negara maju.

"Inilah masanya anak-anak muda sekarang ini. Dan ini akan menjadi kesempatan emas bagi generasi millennial sekarang,”"ujarnya.

Niken juga mengatakan,  banyak yang memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk menyebarkan kebencian dan hoax. Di antara akun-akun tersebut, ada sekelompok komunitas membuat akun palsu untuk menyebarkan hoax.

"Di dunia maya, dalam 1 menit memiliki banyak jutaan informasi di media sosial baik itu informasi negatif maupun informasi positif," jelasnya.

Ke depan, Niken berharap, setiap anak muda, seperti kader PMKRI, kiranya memanfaatkan media sosial sebagai sarana persaudaraan yang universal.

“Kita harus menyampaikan iman kita dalam media sosial secara universal. Contohnya, membuat tagar kasihilah sesama manusia. Kita harus menjadi oase kehidupan bahwasannya perlu kasih dalam menjalani kehudupan,” tutup Niken. **

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya