Berita

Kelompok Ali Kalora/Net

Pertahanan

Satgas Tinombala Sudah Mendeteksi Keberadaan Kelompok Ali Kalora

SENIN, 25 FEBRUARI 2019 | 13:32 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Satuan Tugas Operasi Tinombala telah mendeteksi keberadaan kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Bahkan satgas telah mendeteksi keberadaan kelompok tersebut di jalur antara Poso dan Parigi Montong.

"Temuan yang didapat oleh satgas cukup banyak jejak-jejak yang ditinggalkan Ali Kalora," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/2).

Dalam pengejaran itu, satgas menemukan jejak antara lain beberapa pakaian dan peralatan seperti alat penerangan, komunikasi dan memasak yang ditinggalkan oleh kelompok Ali Kalora.


"Ini semua sudah disita oleh satgas," ujar Brigjen Dedi.

Selain itu, satgas juga telah mempersempit ruang gerak dengan memitigasi jalur distribusi logistik. Di samping itu, upaya persuasif juga terus dilakukan melalui pendekatan keluarga dari kelompok tersebut.

"Kami selalu mengimbau kepada keluarga apabila ada komunikasi dengan para kelompok MIT pimpinan Ali Kalora untuk menyerahkan diri, karena perbuatan Ali Kaora melawan hukum dan harus bertanggung jawab," pungkas Brigjen Dedi.

Kepolisian sebelumnya mengultimatum Ali Kalora Dkk untuk menyerahkan diri sebelum tanggal 29 Januari 2019. Ultimatum itu salah satunya ditulis dalam selebaran yang disebar melalui udara di wilayah pegunungan biru, Sulawesi Tengah yang disinyalisasi sebagai tempat persembunyian mereka.

Jika tidak kunjung menyerahkan diri hingga waktu yang ditentukan, Satgas Tinombala akan melakukan operasi penyerbuan ke sarang pimpinan Ali Kalora.

Ali Kalora Dkk menjadi sorotan publik setelah aksinya membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2019. Diduga aksi tersebut untuk mengundang aparat kepolisian mendatangi lokasi.

Esoknya, mereka menembaki petugas kepolisian yang tengah olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi. Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa tersebut.

Kontak tembak antara petugas dan kelompok teroris sempat berlangsung sekitar 30 menit. Mereka kemudian melarikan diri ke wilayah pegunungan di perbatasan Kabupaten Parigi Moutong dan Poso. Hingga saat ini, pengejaran terhadap mantan anak buah Santoso alias Abu Wardah itu terus berlanjut. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya