Berita

India/Net

Dunia

Visa Atlet Pakistan Ditolak, IOC Isolasi India

JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 | 18:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menangguhkan semua aplikasi India untuk menjadi tuan rumah acara masa depan dan mendesak federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar kompetisi di negara itu setelah dua warga Pakistan ditolak visa untuk bersaing di New Delhi.
 
Penolakan visa kepada dua penembak itu untuk mengambil bagian dalam acara Piala Dunia di ibukota India akhir pekan ini dilakukan menyusul serangan bunuh diri minggu lalu oleh kelompok terlarang yang berbasis di Pakistan di Kashmir yang dikelola India. Serangan itu menewaskan lebih dari 40 personel paramiliter India.
 
India menuduh tetangganya tidak cukup berbuat untuk mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas serangan Kashmir. Pakistan membantah tuduhan itu.
 

 
IOC mengatakan penolakan visa bagi para pesaing bertentangan dengan prinsip-prinsip piagam Olimpiade terkait dengan diskriminasi dan campur tangan politik dari negara tuan rumah.
 
"Sejak menjadi sadar akan masalah ini, dan terlepas dari upaya-upaya menit terakhir yang intens dan diskusi dengan otoritas pemerintah India, tidak ada solusi yang ditemukan untuk memungkinkan delegasi Pakistan memasuki India pada waktunya untuk bersaing," kata pernyataan IOC (Jumat, 22/2).
 
"Sebagai hasilnya, Dewan Eksekutif IOC juga memutuskan untuk menunda semua diskusi dengan NOC India dan pemerintah mengenai aplikasi potensial untuk menjadi tuan rumah acara olahraga dan Olimpiade yang terkait di masa depan di India," tambah pernyataan yang sama, seperti dimuat Al Jazeera.
 
Badan itu juga mendesak semua federasi olahraga internasional untuk tidak mengadakan acara di India, atau memberikan hak menjadi tuan rumah bagi negara itu untuk kompetisi di masa depan, sampai pemerintah memberikan jaminan tertulis yang jelas untuk memastikan akses bagi semua atlet.
 
Asosiasi Olimpiade India (IOA) sendiri diketahui tahun lalu menetapkan rencana ambisius untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Pemuda pada 2026, Olimpiade Asia pada 2030 dan Olimpiade Musim Panas untuk pertama kalinya pada 2032. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya