Berita

Dunia

Pakar HAM PBB Desak Indonesia Selidiki Penggunaan Ular Hidup Untuk Interogasi Di Papua

JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 | 17:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para ahli hak asasi manusia PBB mendesak Indonesia untuk menyelidiki tuduhan kekerasan yang dilakukan oleh polisi dan militer di Papua.
 
Desakan ini dikeluarkan setelah sebuah video yang beredar luas menunjukkan para petugas menggunakan ular hidup untuk mengintimidasi seorang tersangka saat diinterogasi.
 
"Kami mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencegah penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi dan pejabat militer yang terlibat dalam penegakan hukum di Papua," kata para ahli HAM PBB dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Reuters (Jumat, 22/2).
 

 
"Kami juga sangat prihatin dengan apa yang tampak sebagai budaya impunitas dan kurangnya investigasi terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua," sambungnya.
 
Video yang beresar online itu sendiri menunjukkan seorang pria ditanyai tentang ponsel yang dicuri sambil duduk dengan tangan terikat di belakang dan berteriak ketika seorang perwira mendorong ular ke wajahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya